BREAKING NEWS
 

Desa Mandiri Energi Dorong Ekonomi Dusun Bondan Terus Berputar

Reporter & Editor :
FAZRY
Rabu, 26 Juni 2024 16:30 WIB
Warga Desa Ujungalang, Kecamatan Kampung Laut, Cilacap, mengandalkan pasokan Listrik dari tenaga surya yang dikelola secara mandiri oleh koperasi.

 Sebelumnya 
Program E-Mas Bayu ini merupakan komitmen Pertamina untuk mengembangkam energi bersih berwawasan lingkungan.

Bantuan program CSR tersebut berupa prototipe Hybrid Energy One Pole (HEOP) yang mengonversikan energi surya dan angin menjadi listrik.

Prototipe HEOP yang saat itu hanya mampu menghasilkan arus listrik searah atau direct current (DC) untuk 14 titik sambungan.

Selain itu, Pertamina memberikan bantuan panel surya untuk 14 titik yang letaknya jauh dari lokasi HEOP.

Baca juga : Real Madrid Tertarik Boyong Bek Bologna

Dusun Bondan mulai terang walau pun listrik tersebut belum dapat digunakan untuk alat elektronik.

Pertamina kemudian berkolaborasi dengan Politeknik Negeri Cilacap (PNC) mengembangkan energi listrik tenaga hibrida (PLTH) dengan daya 6.000 Watt Peak (WP) pada 2018 dengan 5 kincir angin dan 12 panel surya.

Pada 2018, bantuan tersebut telah secara resmi diserah terimakan kepada masyarakat Dusun Bondan dan diresmikan penggunaannya oleh Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup pada 5 Maret 2019.

Adsense

Untuk mendukung keberadaan dan keberlanjutan PLTH, dibentuk kelompok pengelola PLTH.

Baca juga : Ekonomi Di Jalan Yang Benar

Mereka mendapatkan pelatihan untuk pengelolaan dan pemeliharaan PLTH.

Pemerintah Desa juga memberikan respons positif dengan membuat peraturan desa pertama yang mengatur tentang pengembangan, pemanfaatan dan pengelolaan energi baru terbarukan.

Kapasitas listrik yang dibangun kemudian bertambah menjadi 12.000 WP dan diresmikan pengoperasiannya pada akhir 2020.

Penggunaan energi terbarukan sebesar itu berhasil mengurangi emisi hingga 7,51 ton C02 eq per tahun.

Baca juga : Persib Vs Madura United, Maung Bandung Mau Terus Mengaum

Oleh kelompok, listrik dialirkan ke rumah 37 Kepala Keluarga yang mencakup 242 orang masing-masing 500 watt, masjid, sekolah, dan dua rumah produksi. Pengeluaran warga untuk keperluan penerangan akhirnya berkurang drastis dari Rp 75 ribu - Rp 100 ribu menjadi Rp 25 ribu.

"Saat ini, 100 persen anak usia pelajar yang sebelumnya tidak bisa belajar di malam hari kini sudah bisa leluasa belajar di malam hari karena sudah diterangi oleh cahaya lampu," kata Jamal.

Beragam Manfaat

PLTH memberikan beragam manfaat untuk masyarakat. Selain digunakan untuk menghasilkan penerangan, listrik dimanfaatkan untuk pengoperasian alat desalinasi air dari payau menjadi tawar dan aerator tambak kelompok nelayan atau program Energi Mandiri Tambak Ikan (E-Mba Mina).

"Aerator tambak atau mesin penghasil gelembung udara yang berguna untuk menggerakkan air di dalam akuarium, kolam atau tambak, agar kaya kandungan oksigennya," jelas Jamal.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense