BREAKING NEWS
 

Untung Sekaligus Selamatkan Bumi: Bisakah Impact Investing Jadi Solusi?

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 11 Februari 2025 11:23 WIB
Dari kiri: Fikri Syaryadi, Praktisi Investasi Berdampak dan CEO Bumandhala Impact Fund, Dessi Yuliana, Praktisi Lingkungan dan CEO Carbon X, dan Rizky Wisnoentoro, Ketua Program Studi Sustainable Finance Universitas Islam Internasional Indonesia dalam dialog pentingnya investasi berdampak, di Jakarta, Rabu (5/2/2025).

 Sebelumnya 
Rizky Wisnoentoro, Ketua Program Studi Sustainable Finance Universitas Islam Internasional Indonesia, mengingatkan, investasi berdampak memberikan peluang bagi investor untuk membangun reputasi dan kepercayaan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk mitra bisnis, konsumen, dan masyarakat luas dalam mencapai target SDG di Indonesia.

Rizky juga memaparkan pentingnya penentuan target yang tepat dan terukur untuk memastikan bahwa perubahaan yang diupayakan tepat sasaran dan bisa dipertanggungjawabkan, terutama masyarakat terdampak.

Baca juga : Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Manfaatkan Sisa Makanan Bergizi Gratis Jadi Kompos

“Sayangnya, ini juga yang menjadi tantangan bagi investor dan pelaku bisnis untuk mengukur apakah perubahan pada indikator tertentu benar-benar diakibatkan investasi atau perusahaan yang terlibat," terang Rizky.

Investasi berdampak telah lama dilakukan beberapa negara di Eropa. Laporan dari Konsorsium Investasi Berdampak Eropa memperkirakan bahwa dalam kurun waktu 2022-2024, investasi berdampak pada aset-aset yang tidak terdaftar oleh investor swasta Eropa dan Inggris telah mencapai rekor tertinggi sebesar 190 miliar euro yang sebelumnya berada di angka 80 miliar euro.

Baca juga : Indeks Kegemaran Membaca Masyarakat Indonesia Meningkat

Hampir separuh modal mengalir ke luar Inggris dan Eropa. Jika prospeknya terus didalami, Indonesia memiliki potensi yang besar untuk memimpin pasar impact investing di Asia Tenggara.

Berdasarkan laporan Investing in Women, Indonesia terlibat dalam 20% kesepakatan investasi berdampak di Asia Tenggara pada 2020-2022, menurun dari 30% pada periode 2017-2019 dengan 90 kesepakatan berdampak. Fikri berharap,  keberlanjutan lebih dari sekadar slogan, tetapi benar-benar terwujud melalui pengembangan impact investing di Indonesia.

Baca juga : Banjir Bandang Terjang Tapanuli Selatan, 495 Rumah Terdampak, 250 KK Mengungsi

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense