BREAKING NEWS
 

Mampu Tumbuh Di Atas 5 Persen

Manufaktur Tangguh Jadi Penggerak Ekonomi 2026

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Selasa, 20 Januari 2026 06:30 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasismita. Foto: Dok. kemenperin

RM.id  Rakyat Merdeka - Industri manufaktur nasional memiliki fondasi kuat untuk tumbuh dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian. Pasalnya, industri ini tercatat mampu tumbuh di atas 5 persen dan berperan sebagai motor penggerak utama ekonomi nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasismita optimistis, kinerja ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan sepanjang tahun 2026.

Agus menjelaskan, arah kebijakan industri manufaktur pada 2026 tidak hanya difokuskan pada upaya menjaga momentum pertumbuhan. “Tetapi juga memperkuat struktur industri nasional secara berkelanjutan. Kebijakan tersebut diarahkan pada penguatan nilai tambah di dalam negeri, pendalaman struktur industri, serta optimalisasi keterkaitan antar sektor,” jelas Agus dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (18/1/2026).

Baca juga : Sudah Dilaporkan Ke Polri, OJK Temukan PT DSI Lakukan 8 Pelanggaran

Pada 2026, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas ditargetkan mencapai 5,51 persen. Target ini menegaskan peran strategis industri manufaktur sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat kapasitas produksi industri nasional pada 2026 akan semakin menguat.

Berdasarkan data Kemenperin per 15 Januari 2026, terdapat 1.236 perusahaan industri yang melaporkan masih berada pada tahap pembangunan pada 2025 dan direncanakan mulai berproduksi pertama kali pada 2026.

Baca juga : Penghuni TPU Kebon Nanas Bersedia Pindah Ke Rusun

Rencana produksi tersebut diperkirakan akan menyerap sebanyak 218.892 tenaga kerja.

Selain itu, investasi sektor industri pengolahan nonmigas mencapai Rp 551,88 triliun, dengan nilai investasi di luar tanah dan bangunan sebesar Rp 444,25 triliun.

“Kapasitas produksi baru yang mulai beroperasi pada 2026 menjadi faktor penting dalam menjaga pasokan industri, memperkuat struktur manufaktur, serta menciptakan lapangan kerja baru,” jelas Agus.

Baca juga : Kandaskan Maroko Di Final Piala Afrika, Senegal Juara Dengan Kekacauan

Kemenperin juga mendorong percepatan industrialisasi, transformasi INDUSTRI 4.0, serta penguatan industri dari hulu hingga hilir guna memastikan keberlanjutan pasokan bahan baku dan meningkatkan efisiensi rantai produksi nasional.

Dari segi permintaan, pertumbuhan industri manufaktur nasional pada 2026 masih ditopang oleh pasar domestik sekitar 80 persen dan pasar ekspor sekitar 20 persen.

Adsense

Untuk memperkuat pasar domestik, Kemenperin menempuh sejumlah kebijakan, antara lain penguatan substitusi impor dan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), optimalisasi belanja Pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta penguatan Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar terintegrasi dalam rantai pasok industri nasional.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense