RM.id Rakyat Merdeka - Kilang Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Jawa Tengah, merupakan salah satu tulang punggung penyedia energi nasional. Untuk menjaga kelancaran pasokan, PT Pertamina Patra Niaga telah melakukan terobosan untuk menghadapi tantangan pasokan minyak global. Yakni, menerapkan Block Mode, teknologi yang bisa mengelola banyak jenis minyak mentah dari berbagai negara.
Rakyat Merdeka berkesempatan melihat langsung lebih dekat ke dalam jantung energi di kompleks industri pengolahan minyak dan gas bumi (migas) milik Pertamina seluas kurang lebih 526 hektare (ha) tersebut.
Masuk gerbang utama, rombongan media yang ikut diharuskan mengganti pakaiannya dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap dan menukar tanda pengenal yang menjadi prosedur keamanan kawasan kilang. Rombongan juga tidak diperkenankan membawa alat elektronik, seperti handphone atau hanya sekadar mengambil gambar di kawasan kilang.
Tak lama, rombongan langsung disambut Manager Refinery Business & Optimization Pertamina Patra Niaga Endah Purbarani, yang secara detail menjelaskan fasilitas hingga produk apa saja yang dihasilkan dari Kilang Pertamina RU IV Cilacap.
Endah menyampaikan, Kilang Cilacap merupakan kilang terbesar kedua di Indonesia setelah Balikpapan, Kalimantan Timur, yang memiliki dua unit pengolahan primer (Processing Unit Fue Oil Complex 1 dan Fue Oil Complex 2).
Baca juga : Banyak Pengendara Nekat Terobos Perlintasan Kereta
Keunggulan utama kilang di Cilacap terletak pada kemampuannya mengolah beragam jenis minyak mentah. Termasuk produk ramah lingkungan, yaitu turunan minyak sawit (Refined, Bleached, and Deodorized Palm Oil/RBDPO) dan minyak jelantah (Used Cooking Oil/UCO).
Dengan kapasitas pengolahan hingga 348 ribu barel per hari, kilang ini tidak hanya menjadi produsen utama berbagai jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dibutuhkan pasar domestik.
“Tetapi juga menjadi motor penggerak inovasi dalam produksi energi terbarukan dan adaptasi teknologi pengolahan minyak mentah,” kata Endah di kawasan Kilang Pertamina RU IV Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).
Menghadapi tantangan pasokan minyak mentah global akibat isu geopolitik, Endah mengungkapkan, Kilang RU IV Cilacap ini memiliki keunggulan, yakni inovasi teknologi Block Mode yang diterapkan sejak Mei 2024.
Teknologi ini merupakan terobosan signifikan, karena mengubah kemampuan pengolahan yang sebelumnya hanya terbatas pada satu jenis minyak mentah dari Timur Tengah (Arabian Light Crude), menjadi mengolah berbagai jenis minyak mentah, termasuk dari Rusia.
Baca juga : Everton Vs Manchester City, Penentu Arah Gelar
“Inovasi yang dilakukan RU IV ini adalah bisa switch. Yang tadinya hanya bisa satu jenis crude menjadi bisa berbagai jenis crude, jadi mirip produk yang diperlukan,” ucapnya.
Fleksibilitas ini memungkinkan Kilang Cilacap tetap beroperasi secara sustain, meskipun terjadi hambatan pasokan dari sumber dalam dan luar negeri.
Dengan teknologi Block Mode, kemampuan mengolah minyak mentah Rusia juga telah terbukti.
“Mengingat Pertamina memiliki rekam jejak pengolahan minyak mentah Rusia pada periode sebelumnya pada 2012 hingga 2013,” jelas Endah.
Selain itu, dengan teknologi Block Mode, Kilang RU IV kini tidak hanya menghasilkan lube base oil.
Baca juga : Madrid Open 2026, Kostyuk Ukir Sejarah Juara
Tetapi juga mampu memproduksi BBM, seperti Pertalite, Pertamax, Solar, Dexlite, Liquefied Petroleum Gas (LPG), hingga Avtur (termasuk Sustainability Aviation Fuel/SAF), Paraxylene, Benzene, aspal serta lube base oil.
“Paling banyak produksi BBM migas. Pertalite dan Pertamax itu 30 persen, Solar 30 persen, Avtur sekitar 18 persen, dan sisanya jenis petrokimia,” rincinya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.