Sebelumnya
Dengan berbagai inovasi teknologi dan diversifikasi produk, Kilang Pertamina RU IV Cilacap tidak hanya memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga. Tetapi juga berkontribusi aktif dalam transisi energi menuju masa depan yang lebih hijau dan mandiri.
Di kesempatan yang sama, Area Manager Communication Relations & Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap Agustiawan mengatakan, kilang di Cilacap mampu menyuplai sekitar 34 persen kebutuhan BBM nasional, atau 60 persen kebutuhan BBM di Pulau Jawa.
Dia juga memastikan, operasional berjalan normal dengan stok produk BBM rata-rata berada di atas target minimum yang ditetapkan perusahaan.
“Kilang Cilacap beroperasi optimal untuk mendukung kebutuhan energi masyarakat,” ucapnya.
Pionir Produksi SAF Dan Energi Hijau
Baca juga : Banyak Pengendara Nekat Terobos Perlintasan Kereta
Salah satu pencapaian signifikan Kilang RU IV Cilacap adalah perannya sebagai pionir dalam produksi SAF atau bahan bakar avtur ramah lingkungan.
Endah menegaskan, Kilang RU IV Cilacap telah melalui tahapan sertifikasi International Sustainability and Carbon Certification (ISCC), sebagai prasyarat untuk produksi bahan bakar berkelanjutan.
“Setelah serangkaian trial pertama dan kedua, pada Juli 2023, kilang ini berhasil melakukan pengolahan perdana RBDPO, sebuah turunan minyak sawit, untuk menghasilkan Avtur,” terangnya.
Hasil dari pengolahan RBDPO ini tidak hanya menjadi produk uji coba, tetapi langsung diaplikasikan untuk penerbangan komersial.
Baca juga : Everton Vs Manchester City, Penentu Arah Gelar
Pada September 2023, Avtur yang dihasilkan dari RBDPO tersebut digunakan untuk penerbangan Garuda Indonesia pada rute Jakarta-Solo Pergi-Pulang (PP).
Fokus pengembangan lalu bergeser pada pemanfaatan minyak jelantah, yang merupakan limbah dapur yang perlu dikelola secara efektif.
Endah menekankan, dengan dukungan teknologi Katalis Merah Putih hasil karya anak bangsa yang dikembangkan oleh Pertamina Teknologi and Innovation Kilang Cilacap, maka minyak jelantah dapat disulap menjadi Avtur.
Bahkan pada Maret 2026, Pertamina juga telah menunjukkan komitmennya terhadap energi hijau penerbangan dengan melakukan pengiriman (lifting) green Avtur sebanyak 48 Million Barrels (MB) ke Bandara Soekarno-Hatta (Cengkareng, Tangerang) dan Bandara Ngurah Rai (Bali)
Baca juga : Madrid Open 2026, Kostyuk Ukir Sejarah Juara
“Ini menandakan langkah awal Pertamina dalam menyediakan pasokan Avtur yang lebih ramah lingkungan, untuk mendukung target nasional dan global terkait pengurangan emisi karbon,” ujarnya.
Menurut Endah, produksi SAF di Cilacap ini juga sejalan dengan mandat Pemerintah untuk memenuhi kuota 1 persen pasokan bioavtur.
“Dengan begitu, kami bisa pastikan, Kilang Cilacap telah berhasil melampaui target tersebut,” tegasnya.
Ini menunjukkan kesiapan industri nasional dalam mendukung energi penerbangan yang lebih berkelanjutan. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.