RM.id Rakyat Merdeka - Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid menyatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan berkomitmen menjaga iklim investasi di Kota Pekalongan tetap sehat dan kondusif. Menurut dia, investasi memiliki peran besar dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus memastikan hadirnya lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
"Alhamdulillah pada tahun 2025 Kota Pekalongan mendapat penghargaan dari provinsi, sebagai daerah yang memiliki pertumbuhan realisasi penanaman modal asing tertinggi. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi Kota Pekalongan," ujar Aaf, sapaan Afzan Arslan Djunaid, di Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (12/5/2026).
Baca juga : Aji Muhaharman: Investigasi Dilakukan Secara Komprehensif
Capaian itu, lanjut dia, membuktikan Kota Pekalongan semakin dipercaya investor asing, sebagai daerah yang menjanjikan untuk pengembangan usaha. Salah satu sektor perekonomian di Pekalongan yang ditopang oleh investasi asing, industri pengalengan ikan.
Menurut Aaf, investor asal Korea Selatan yang menanamkan modal cukup besar di industri tersebut. Kata dia, investasi tersebut meningkatkan nilai ekonomi daerah, sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat setempat.
Baca juga : Kemenkop Pastikan Program Pengembangan Koperasi Tetap Jadi Prioritas
"Jika dilihat dari total investasi, Penanaman Modal Asing (PMA) di Kota Pekalongan berada di bawah sejumlah daerah lain di Jawa Tengah. Namun, dengan keterbatasan luas wilayah dan jumlah penduduk, capaian pertumbuhan PMA kami menjadi yang tertinggi secara persentase," jelasnya.
Politisi PDI Perjuangan itu memastikan, Pemkot Pekalongan akan terus menjaga komunikasi yang intensif dengan investor agar kepercayaan yang telah terbangun tetap terpelihara. Baginya, stabilitas hubungan antara Pemerintah Daerah dan investor menjadi kunci utama terciptanya iklim investasi yang sehat.
Baca juga : Pemerintah Jaga Situasi Tetap Kondusif
Aaf optimistis, tren investasi asing akan terus meningkat pada 2026. Salah satu proyek besar yang tengah dipersiapkan, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) dengan nilai investasi mencapai Rp 3 triliun hingga Rp 4 triliun.
“Mudah-mudahan tahun 2026 nanti proyek PSEL bisa terealisasi. Investornya juga dari luar negeri dan nilainya cukup fantastis, sekitar Rp 3 sampai Rp 4 triliun. Ini bisa semakin mendorong investasi asing masuk ke Kota Pekalongan,” tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.