RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan beras premium di pasar aman dan tidak mengalami kelangkaan.
Meski terjadi fluktuasi harga di sejumlah wilayah, Pemerintah menegaskan, pasokan masih mencukupi dan terus menjaga keseimbangan pasar melalui penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP), program bantuan pangan, serta Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, stok beras nasional dalam kondisi melimpah. Tidak ada alasan terjadinya kelangkaan di pasaran.
Pemerintah bersama Satuan Tugas Pangan Kepolisian Republik Indonesia (Satgas Pangan Polri) juga terus memantau distribusi agar tidak ada pihak yang mempermainkan harga.
“Jangan mempermainkan harga beras, karena kami sudah minta Satgas turun ke lapangan. Kalau ada yang main curang, kita tindak,” ujar Amran dalam keterangan resmi Bapanas, Senin (27/7/2026).
Baca juga : Pemprov Tolong Kebut Perbaikan Jalan Rusak
Dia menjelaskan, stok beras nasional saat ini mencapai 5,2 juta ton. Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka.
Untuk menampung stok tersebut, Pemerintah telah menyewa tambahan gudang berkapasitas 2,3 juta ton di luar kapasitas gudang Bulog sebesar 3 juta ton.
Amran juga mengingatkan pengusaha beras tidak menciptakan anomali harga di pasar. Menurutnya, kondisi saat ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena Indonesia telah memiliki surplus produksi dan berhasil mencapai swasembada beras.
“Kepada teman-teman pengusaha, jangan mempermainkan harga di lapangan,” pintanya.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan, beras premium masih tersedia di berbagai saluran distribusi. Termasuk ritel modern dan produk milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti ID Food.
Baca juga : Pirlo Tersangkut Sponsor Judi Rusia, Italia Terpaksa Pilih “Plan D”
“Kami sudah turun bersama tim, ada beberapa ritel (yang stok berasnya-red) kosong. Tapi sebagian ritel masih ada. Beras Bulog masih ada. Beras premium masih ada dengan berbagai merek, termasuk beras dari ID Food,” ungkap Ketut.
Berdasarkan pemantauan Bapanas per 24 Juli 2026, rata-rata harga beras premium nasional tercatat Rp 15.966 per kilogram (kg).
Di Zona I yang meliputi Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi, harga rata-rata beras premium Rp 15.224 per kg atau sekitar 2,17 persen di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 14.900 per kg.
Menurut Ketut, kenaikan harga yang relatif terbatas tersebut masih dapat diimbangi dengan berbagai program intervensi Pemerintah yang menyasar masyarakat berpendapatan rendah.
“Upaya ini akan menciptakan keseimbangan antara kepentingan konsumen dan kesejahteraan petani,” ujar Ketut.
Baca juga : Dari Tokyo Ke Changzhou, Fajar/Fikri Hajar Peringkat 1 Dunia
Sejak Januari hingga Juli 2026, Pemerintah telah menyalurkan sekitar 1,4 juta ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Jumlah tersebut terdiri atas penyaluran SPHP pada Januari-Februari sebanyak 221,05 ribu ton, SPHP Maret-Juli sebesar 520,83 ribu ton, serta bantuan pangan tahap pertama sebanyak 662,88 ribu ton.
Ketut juga mengajak masyarakat melihat kondisi perberasan secara menyeluruh. Tidak hanya dari hilir, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan petani di tingkat hulu.
“Keberhasilan swasembada beras harus diikuti dengan harga yang tetap memberikan keuntungan bagi petani. Sekaligus menjaga keterjangkauan bagi masyarakat melalui berbagai program intervensi Pemerintah,” pungkasnya. NOV
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Selasa, 28 Juli 2026 dengan judul "Stok Melimpah, Beras Premium Aman Amran: Kalau Ada Yang Main Curang, Ditindak!"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.