Dark/Light Mode

260 Ribu Orang Mengungsi

Eropa Barat Dilanda Karhutla Dahsyat

Senin, 27 Juli 2026 08:38 WIB
Kebakaran hutan yang terjadi di Eropa Barat. (Foto: Reuters)
Kebakaran hutan yang terjadi di Eropa Barat. (Foto: Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Negara-negara di Eropa Barat, termasuk Spanyol dan Prancis, dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dahsyat. Gelombang panas yang terjadi membuat api semakin cepat menjalar. Lebih dari 260 ribu orang di kedua negara tersebut mengungsi.

Dalam laporan TRT World, kencangnya angin lokal membuat api semakin besar dan menyulitkan upaya pemadaman. Kebakaran yang terjadi beberapa hari ini, belum berhasil dijinakkan, meski operasi pemadaman skala besar terus dikerahkan.

Dahsyatnya kebakaran membuat dua petugas pemadam Prancis meninggal di dekat Bordeaux, awal pekan ini. Otoritas Prancis pun memperluas instruksi evakuasi di wilayah Gironde, termasuk wilayah Bordeaux. 

Di wilayah Gironde, Prancis, sekitar 197 ribu warga sempat dievakuasi sebelum sekitar 3 ribu orang kembali ke rumah masing-masing. Namun, meluasnya kebakaran membuat pihak berwenang kembali memerintahkan sekitar 55 ribu warga untuk mengungsi, sehingga jumlah total warga yang dievakuasi di wilayah tersebut lebih dari 200 ribu orang.

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengatakan, titik terdepan kebakaran berada sekitar 30 km dari Bordeaux. Pemerintah meminta warga menghindari perjalanan melalui jalan raya dan kereta api ke kawasan terdampak. Bandara Bordeaux tetap beroperasi, tetapi sejumlah jalur bus dan kereta menuju bandara terganggu.

Baca juga : Ditahan di Rutan KPK, Febrie Tidak Diistimewakan

Nunez memperingatkan bahwa operasi pemadaman tidak akan selesai dalam waktu singkat. "Kami memperkirakan pertempuran yang panjang dan sangat sulit," ucapnya.

Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu mengaku belum pernah mengalami karhutla sedahsyat ini. "Kebakaran yang menghantam negara kita telah mencapai tingkat yang belum pernah terlihat sebelumnya," kata Lecornu, seperti dikutip Reuters, Sabtu (25/7/2026).

Militer Prancis telah diperbantukan kepada dinas pemadam yang menghadapi banyak titik api secara bersamaan. Sebuah pesawat angkut A400M milik angkatan bersenjata digunakan untuk menjatuhkan cairan penghambat api di atas kawasan hutan yang terbakar.

Secara nasional, lebih dari 98 ribu ha lahan telah terbakar di Prancis sejak awal 2026. Nunez menyebut. luas tersebut sebagai rekor historis.

Di Spanyol, sekitar 60 ribu warga dievakuasi dari sejumlah desa di sebelah barat Madrid pada Sabtu pagi waktu setempat. Otoritas setempat kemudian memperluas perintah evakuasi ke delapan wilayah kota di sekitar Toledo.

Baca juga : Wanti-wanti Imin, Muktamar NU Jangan Dikotori Politik Uang

Pemerintah Spanyol pada Sabtu malam memperluas deklarasi darurat kepentingan nasional ke provinsi Toledo. Sebelumnya, status tersebut diberlakukan di wilayah Madrid dan provinsi Ávila, yang menjadi pusat dua kompleks kebakaran terbesar di Spanyol tengah.

Kebakaran Madrid dan Avila telah memengaruhi sekitar 45 ribu hektare (ha). Tiga titik api yang semula terpisah di Madrid telah menyatu menjadi satu kebakaran besar dengan luas sekitar 24 ribu ha. Adapun kebakaran Burgohondo di Avila memengaruhi sekitar 21 ribu ha.

Api di Madrid dan Avila belum menyatu secara fisik. Jarak kedua front pada Sabtu diperkirakan masih sekitar 15 km. Namun, Pemerintah memperlakukan kedua api itu sebagai satu operasi agar pengerahan militer, petugas pemadam, pesawat, dan evakuasi penduduk dapat dikoordinasikan melalui satu komando.

Kepala Unit Darurat Militer Spanyol (UME) Letnan Jenderal Francisco Javier Marcos Izquierdo mengatakan, pihaknya belum berhasil menjinakkan si jago merah, meskipun koordinasi operasi dinilai telah menahan perluasan api di sejumlah bagian.

"Kebakaran belum terkendali, tetapi situasinya terkendali,” kata Marcos, seperti diberitakan El País dalam laporan yang diperbarui Minggu (26/7/2026) dini hari. Meski perimeter kebakaran telah teridentifikasi, tetapi belum cukup kuat untuk dinyatakan aman.

Baca juga : KPK Sita Rp 4 M Di Rumah Kepala Dinas PUPR Bengkulu

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez memastikan, Pemerintah fokus menyelamatkan warganya serta mempertahankan kota dan desa yang terancam. "Prioritas saat ini adalah melindungi nyawa dan mempertahankan pusat-pusat permukiman,” kata Sanchez, setelah mengunjungi pusat komando di Cenicientos, Madrid, Sabtu (25/7/2026).

Ia menegaskan, seluruh sumber daya negara sedang dikerahkan untuk menghadapi kebakaran. Pemerintah masih mengkhawatirkan perubahan arah angin, peningkatan kecepatannya, dan kemungkinan badai kering yang dapat menyalakan titik api baru.

Empat pesawat pemadam dari Yunani dan Italia ikut dikerahkan melalui Mekanisme Perlindungan Sipil Uni Eropa. Portugal juga mengirimkan lebih dari 100 personel militer untuk membantu operasi di Avila. Sepuluh pemerintahan wilayah Spanyol menawarkan peralatan dan personel tambahan.

Pusat Penelitian Bersama Komisi Eropa (JRC) mencatat sekitar 254.388 ha telah terbakar di wilayah Uni Eropa sejak awal tahun hingga 22 Juli 2026. Luas tersebut berada di atas rata-rata 20 tahun, meskipun sedikit lebih rendah daripada 270.449 ha pada periode yang sama pada 2025, tahun kebakaran terburuk dalam catatan JRC.

JRC memperkirakan kondisi bahaya kebakaran sangat ekstrem akan mendominasi Prancis barat daya dan menjalar ke Spanyol utara pada 22–29 Juli. Kondisi ekstrem juga diperkirakan mencakup kawasan lebih luas di Semenanjung Iberia serta Prancis barat dan tengah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.