BREAKING NEWS
 

Diputuskan Di Gedung Danantara

Utang Kereta Cepat Ditanggung Kemenkeu

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : ADITYA NUGROHO
Jumat, 7 Agustus 2026 08:09 WIB
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. (Foto: Tedy Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memutuskan penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) akan ditanggung Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Keputusan tersebut dibahas dalam rapat Dewan Pengawas (Dewas) Badan Pengelola Investasi Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Rapat dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, rapat koordinasi bersama Danantara salah satunya membahas penyelesaian utang proyek kereta cepat. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar persoalan utang Whoosh segera dituntaskan.

Baca juga : Keren, RSCM Berhasil Pasang Alat Pompa Jantung Buatan Terkecil & Teringan di Dunia

"Yang akan menanggung adalah Kementerian Keuangan. Skemanya, nanti Pak Purbaya yang mengatur," ujar Prasetyo usai menghadiri rapat.

Senada dikatakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dia mengatakan, Kemenkeu tidak hanya akan mengambil alih utang PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dari Danantara, tetapi juga menerima pengalihan kepemilikan saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).

PSBI merupakan konsorsium BUMN yang selama ini menguasai 60 persen saham KCIC. Sebanyak 40 persen saham KCIC lainnya dimiliki konsorsium China melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd.

Adsense

"Kepemilikan KCIC di saya, bukan di bawah KAI lagi," kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Baca juga : Menko Polkam Pastikan Situasi Aman & Terkendali

Menurut Purbaya, setelah proses pengalihan selesai, operasional KCIC akan berada di bawah pengelolaan Kemenkeu melalui Special Mission Vehicle (SMV). Pengelolaan tersebut mencakup infrastruktur, operasional, hingga pemeliharaan.

"Diserahkan ke kami. KCIC kan nanti jadi milik kita semua perusahaannya," ujarnya.

Purbaya juga memastikan penyelesaian utang Whoosh tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pendanaan akan berasal dari SMV yang dimiliki Kemenkeu.

"Jadi, tidak langsung menjadi tanggung jawab APBN,” tegas Purbaya.

Baca juga : Tumbuh 5,29 Persen, Ekonomi Di Jalan Yang Benar

Meski demikian, Purbaya belum mengungkapkan nilai pasti utang yang akan diambil alih. Ia mengatakan, rincian restrukturisasi, termasuk pengalihan saham KCIC dari Danantara ke Kemenkeu, akan diumumkan saat proses serah terima yang ditargetkan rampung pada pertengahan September 2026.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Pemerintah China merespons positif rencana Kemenkeu mengambil alih utang proyek kereta cepat. Menurutnya, penyelesaian persoalan pembiayaan tersebut merupakan langkah yang baik bagi seluruh pihak.

"Ya, kalau penyelesaian selalu baik," pungkas Airlangga.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense