BREAKING NEWS
 

Fit & Proper Test Calon Gubernur BI

Kredit Menganggur Rp 2.548 Triliun, Destry: Ruang Pertumbuhan Masih Ada

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Rabu, 26 Agustus 2026 17:21 WIB
Destry Damayanti dalam pemaparan visi dan misi sebagai calon Gubernur BI di hadapan Komisi XI DPR RI di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2026). (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyoroti besarnya kredit perbankan yang belum tersalurkan kepada sektor ekonomi. Berdasarkan catatannya, undisbursed loan saat ini mencapai Rp 2.548 triliun atau 21,8 persen dari total plafon kredit.

Destry menyebut, besarnya kredit yang belum tersalurkan ini menunjukkan masih terbukanya ruang untuk mendorong pembiayaan, yang ditujukan untuk memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga : Stabilitas Saja Tak Cukup Dukung Pertumbuhan Ekonomi, Ini Penjelasan Destry

“Pertumbuhan kredit masih dapat terus didorong, mengoptimalkan undisbursed loan yang saat ini mencapai Rp 2.548 triliun atau 21,8 persen dari plafon,” ujar Destry dalam pemaparan visi dan misi sebagai calon Gubernur BI di hadapan Komisi XI DPR RI di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Adsense

Menurutnya, optimalisasi kredit tersebut perlu dibarengi dengan upaya memperkuat daya beli masyarakat. 

Baca juga : Destry Damayanti Jalani Fit and Proper Test Calon Gubernur BI

“(Perlu ada) ruang untuk mendorong kredit UMKM, sekaligus menjaga daya beli masyarakat untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi,” kata Destry.

Dukungan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Destry menempatkan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi sebagai salah satu misi utama, jika mendapat amanah menjadi Gubernur BI. Misi tersebut berjalan berdampingan dengan upaya menjaga stabilitas nilai rupiah, stabilitas sistem pembayaran, dan turut menjaga stabilitas sistem keuangan.

Baca juga : BNI dan BI Edukasi Pengunjung wondrX 2026 Waspadai Kejahatan Siber

Destry mengatakan, stabilitas yang kuat diperlukan untuk memberikan kepastian dalam berusaha dan pada akhirnya mendukung pertumbuhan ekonomi. Karena itu, kebijakan BI ke depan harus mampu menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan.

“Stabilitas yang kuat akan dapat memberikan kepastian berusaha, dan akhirnya mendukung pertumbuhan ekonomi,” tegas Destry.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense