Sebelumnya
Senin (4/5) lalu, misalnya. Rupiah sempat melemah, karena dipengaruhi sentimen berita negatif soal ketegangan AS-China. Presiden AS Donald Trump disebut menuding China sengaja menyebar virus Corona dari Wuhan, sehingga ia berencana menaikkan tarif bea impor untuk China.
Selain itu, juga ada juga kabar soal ketegangan Korea Utara dan Korea Selatan, menyebabkan rupiah bercokol di angka Rp 15.050 per dolar.
Baca juga : Terimbas Buruknya Hubungan AS-China, Rupiah Tertekan
“Tapi Selasa (5/5) kemarin, rupiah menguat karena adanya berita positif soal pelonggaran lockdown di sejumlah daerah di AS,” jelas Perry.
Sentimen positif atau vitamin yang berpotensi mengatrol nilai rupiah lainnya, diyakini terjadi lagi pada hari ini. Manakala sejumlah wilayah di AS melonggarkan lockdown.
Baca juga : Menguat Lagi, Semoga Rupiah Makin Perkasa
Apalagi, perekonomian Eropa juga dikabarkan kembali bergeliat, menyusul pernyataan Bank Sentral AS (The Fed) terkait ekonomi AS, yang akan membaik di semester IIm Meskipun di semester I mengalami resesi. Harga minyak yang meningkat, juga membawa nilai positif ke rupiah.
"Bagi kita, lebih baik melihat faktor trennya atau fundamental yang menentukan arah ke depan, supaya bisa lebih memahami perkembangan itu. Inflasi rendah, CAD di bawah 2,5 persen, bahkan mencapai angka 1,5 persen dari PDB,” terang Perry.
Baca juga : Harga Minyak Anjlok, Rupiah Ketonjok
Belum lagi, yield SBN Indonesia masih menarik di angka 8,02 yield, sementara US Treasury sekitar 0,3-0,4 persen. Beda sekitar lebih 7,5 persen.
"Ini membuat investor asing lebih tertarik membeli SBN Indonesia. Jika Covid-19 sudah selesai, akan membawa nilai positif untuk rupiah dan mempercepat pemulihan ekonomi,” pungkas Perry. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.