BREAKING NEWS
 

Meski Dihantui Covid dan Ribut-ribut Soal AS-China, Rupiah Masih Aman

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Kamis, 16 Juli 2020 09:32 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pagi ini, menguat 28 poin atau terdongkrak 0,19 persen di level Rp 14.560 per dolar AS, dari sebelumnya di angka Rp 14.588 per dolar AS. Nampaknya rupiah masih akan bergerak fluktuatif, antara lain mengikuti irama perkembangan Covid-19 di Tanah Air.

Dari eksternal, ketegangan di Laut China Selatan kembali memanas setelah Inggris dilaporkan siap bergabung dengan AS dan Jepang di Indo-Pasifik untuk melawan China. Pasar juga cemas melihat tingginya tensi AS-China dalam kasus Hong Kong. Terlebih, Presiden AS Donald Trump telah meneken aturan untuk mengenakan sanksi terhadap China atas intervensinya di Hong Kong. 

Tak hanya rupiah, penguatan juga dialami dolar Taiwan dan yuan China, yang masing-masing naik 0,13 persen dan 0,02 persen. Sementara mata uang Asia lainnya, melemah. Baht Thailand menjadi mata uang Asia terlemah, dengan penurunan 0,39 persen. Kemudian juga ada won Korea yang melemah 0,19 persen, peso Filipina susut 0,10 persen, serta dolar Singapura dan ringgit Malaysia yang sama-sama terdepresiasi 0,07 persen. Sementara yen Jepang turun 0,04 persen, dan dolar Hong Kong melemah tipis 0,01 persen.

Baca juga : Menang di CAS, Man City Boleh Nimbrung di Liga Champions Musim Depan

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean meramal, nilai tukar rupiah hari ini dan sepanjang minggu ini, akan bergerak di rentang 14.400-14.600 per dolar AS. "Rentangnya agak lebar hingga 200 pips, karena sejumlah faktor yang bergerak di market. Sentimen juga tidak ada, sehingga rupiah bisa bergerak bebas pada minggu ini," ujar Adrian dalam pandangan risetnya, Kamis (16/7).

Adsense

"Hari ini, rupiah tampaknya akan bergerak di rentang 70 pips ke atas atau bawah. Karena dinamika aktivitas perekonomian masih agak lemah, impor akan turun, dan ekspor juga masih belum kembali normal," imbuhnya. 

Kemarin, BI juga merilis neraca perdagangan Indonesia Juni 2020, dengan nilai surplus 1,27 miliar dolar AS (Rp 18,51 triliun). Bulan sebelumnya, juga mencatat surplus 2,02 miliar dolar AS (Rp 29,45 triliun).

Baca juga : Covid Tak Kunjung Reda, Rupiah Pusing

Dengan perkembangan tersebut, secara keseluruhan neraca perdagangan Indonesia pada Januari-Juni 2020 mencatat surplus 5,50 miliar dolar AS (Rp 80,81 triliun). Angka ini jauh lebih tinggi dibanding capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang mengalami defisit 1,87 miliar dolar AS (Rp 27,27 triliun).

Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas turun dari 96,9 juta dolar AS pada Mei 2020, menjadi sebesar 95,2 juta dolar AS. Hal ini dipengaruhi peningkatan ekspor migas, khususnya industri pengolahan hasil minyak dan minyak mentah.

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mengumumkan data perdagangan internasional periode Juni 2020, dengan angka surplus 1,27 miliar dolar AS. Nilai ekspornya 12,03 milar dolar AS, dan nilai impornya 10,76 miliar dolar AS. [DWI]

Baca juga : Luhut: Utang Naik Tapi Masih Aman

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense