RM.id Rakyat Merdeka - PT Angkasa Pura II (Persero) mencatat pergerakan penumpang pesawat untuk pariwisata baru di angka 10-15 persen.
President Director Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengungkapkan, data ini didapatkan setelah sejumlah pemerintah daerah membuka kembali gerbang wisatanya bagi turis domestik, seperti Bali dan Labuan Bajo.
"Jadi 85-90 persen masih didominasi untuk perjalanan urusan usaha atau dinas," katanya dalam diskusi virtual Forwahub bertajuk Terbang Aman dan Nyaman, Kamis (13/8).
Awaluddin mengatakan, industri penerbangan saat ini terus gencar mengkampanyekan perjalanan aman dan nyaman di masa pandemi.
Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kembali kepercayaan masyarakat untuk kembali terbang. Karena, saat ini yang dibutuhkan adalah kepercayaan penumpang.
Baca juga : Penjualan Logam Mulia Kinclong, Hartadinata Raup Laba Rp 78 M
Menurutnya, kepercayaan menjadi kunci bagi tumbuhnya peningkatan perjalanan melalui udara.
Untuk itu, Awaluddin menegaskan, perlu kolaborasi kuat antara industri transportasi dan pariwisata serta stakeholder lainnya.
Adapun perjalanan wisata masih sangat rendah. Namun, kata Awaluddin, pertumbuhan penumpang di 19 bandara yang dikelola Angkasa Pura II mulai menunjukkan sentimen positif sejak pemerintah melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Berdasarkan catatan perusahaan, pergerakan penumpang pada 1-10 Agustus dibandingkan periode sebelumnya tumbuh 46 persen.
Sementara, slot utilitation bandara telah mencapai 40-42 persen, jauh di atas kondisi pada Mei lalu yang hanya mencapai 20 persen.
Baca juga : Sempat Dirawat Karena Covid, Wali Kota Banjarbaru Kalsel Meninggal
Di bulan sebelumnya Juli 2020, Angkasa Pura II mencatat jumlah penumpang yang bergerak di 19 bandara milik perusahaan mencapai 1 juta orang.
Angka perputaran uang secara langsung atau direct bagi pembelian tiket, belanja di tenan, hingga akses transportasi darat dari pergerakan itu mencapai Rp 1,9 triliun.
Tren pertumbuhan penumpang terjadi sejak Juni, yakni saat pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.
"Setelah 7 Juni diakhiri pembatasan pergerakan penumpang, orang mulai bergerak sampai sekarang. Angkanya, jauh lebih bagus dibanding Mei yang slot issuen berada di titik nadir," jelasnya.
Awaluddin optimis sampai akhir tahun nanti, pergerakan penumpang di seluruh bandara kelolaan Angkasa Pura ll bisa mencatatkan pergerakan sampai 39 juta penumpang.
Baca juga : Gerindra Dukung Pegawai KPK Harus ASN, Ini Alasannya
"Ini best scenario. Kami masih optimistis dengan skenario ini. Kalau bad scenario, pergerakan penumpang hanya 351 ribu orang," ucapnya.
Citilink Terbangkan 57 Perjalanan Per Hari
Direktur Operasi Citilink, Erlangga Sakti mengatakan pergerakan penumpang di Citilink mulai menunjukkan geliat positif.
Citilink Indonesia sudah kembali menerbangkan 57 perjalanan per hari. Maskpai LCC ini juga sudah membuka lagi rute-rute yang sebelumnya tidak beroperasi karena pandemi. "Kami buka rute kembali ke Surabaya, Banyuwangi, Medan, Gunung Sitolu, Labuan Bajo, Jogja via Halim Perdanakusuma, dan Bandung," ujarnya. [KPJ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.