Sebelumnya
Pangkas Waktu
Tentang tarif tol Trans Jawa yang dianggap mahal, Putra menanggapinya. “Terasa mahal karena tadinya tidak bayar. Tapi kalau dikalkulasi secara benar, sebenarnya sangat murah,” tuturnya.
Jika satu keluarga menuju Semarang menggunakan pesawat terbang, harga tiketnya Rp 900 ribu per orang dan belum termasuk biaya taksi. Bandingkan lewat tol Trans Jawa. Ongkos bensin, tol jumlahkan. Lalu bagi jumlah penumpang mobil. Jatuhnya biaya lebih murah.
Tol Trans Jawa sangat berarti bagi angkutan logistik. Bisa memangkas waktu tempuh Jakarta-Surabaya yang tadinya dua hari, jadi satu hari perjalanan. “Biaya operasional supir, BBM, bisa dihemat hingga setengahnya,” tambahnya.
Baca juga : Waskita Karya Teken Kontrak Pembangunan Tol Japek II Selatan
Tol Trans Jawa juga sangat menguntungkan angkutan logistik sayur-mayur. Menggunakan jalur lama, sayuran bisa banyak yang busuk di jalan. “Kalau lewat tol jauh lebih cepat, sehingga ini (sayuran busuk) bisa dihindari,” ujar Putra. Apakah kehadiran tol mematikan usaha kecil rakyat seperti warung-warung makan, di sepanjang jalan nasional seperti Pantura, misalnya?
Menjawab ini, Putra mengatakan, Presiden Jokowi dan Menteri BUMN Rini Soemarno berkomitmen membantu Usaha Kecil Menengah (UKM) dan diberikan area penjualan di rest area. Awalnya, 30 persen UKM jadi tenant di rest area. “Sekarang harus di atas 50 persen,” katanya. Langkah ini sekaligus bentuk pembelajaran agar UKM naik kelas dan menerapkan sistem manajemen yang baik.
Baca juga : James Riady: Ketemu Neneng, Cuma Silaturahmi
Tentang kinerja perusahaan, Putra mengungkapkan, dalam empat tahun terakhir Waskita Karya memberikan kontribusi besar kepada negara. Hal ini seiring dengan pertumbuhan laba perseroan yang terus naik. Pada 2015 laba bersih perseroan Rp 1 triliun, lalu 2016 naik menjadi Rp 1,8 triliun, 2017 melonjak jadi Rp 4,2 triliun, dan 2018 naik sedikit sebesar Rp 4,6 triliun.
“Waskita Karya juga berkontribusi terhadap pendapatan negara. Dalam empat tahun, kita bayar dividen Rp 2,4 triliun. PPN kita bayar Rp 12 triliun, PPh-nya kita bayar Rp 4,6 triliun. Itu kontribusi kita ke negara. Dividen kita setor cash lho ya dan nggak bisa dicicil karena akan didenda,” paparnya. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.