BREAKING NEWS
 

Butuh Dorongan Super Besar Buat Capai Target

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : FAZRY
Minggu, 18 April 2021 08:50 WIB
Anggota Komisi XI DPR Heri Gunawan. (ist)

 Sebelumnya 
Dia menambahkan, data positif itu harus dibandingkan pula dengan proyeksi negatif dari IMF (International Monetary Fund) yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

IMF menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi dari 4,8 persen menjadi 4,3 persen sepanjang tahun 2021. Padahal, untuk pertumbuhan ekonomi dunia, IMF memproyeksikan naik dari 5,5 persen ke 6 persen.

Baca juga : Ikut Hannover Messe, Ini Target Indofarma

Ia berharap, pemerintah mempejari betul proyeksi IMF tersebut. “Bukan tidak mungkin proyeksi IMF lebih presisi dibanding proyeksi yang disampaikan pemerintah,” ucapnya.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perdagangan Benny Soetrisno menilai, pertumbuhan ekonomi membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Baca juga : Larangan Mudik Ibarat Jamu, Pahit Tapi Menyehatkan

Apalagi pada kuartal II 2021. “Pertumbuhan akan meninggi di kuartal III dan kuartal IV, bisa ke 7 persen. Tapi, setelah UU Cipta Kerja jalan, itu yang jadi game changer,” katanya.

Benny juga melihat vaksinasi menjadi suatu hal yang penting. Sayangnya, pelaksanaan belum seperti yang diharapkan.

Baca juga : Bamsoet Dorong Percepatan Reforma Agraria

“Bisa dilihat dari pelarangan mudik berarti vaksinasi belum sempurna,” ucapnya. [KPJ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense