RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah terus berupaya mengatasi gangguan rantai suplai logistik di pelabuhan. Salah satunya, dengan mendigitalisasi sistem layanan untuk memperbaiki supply and demand kargo.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, saat ini dunia sedang mengalami gangguan rantai suplai logistik, terutama terkait dengan kebutuhan kontainer yang terbatas. Hal itu terjadi karena permintaan logistik antar negara meningkat seiring pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.
Baca juga : MenKop Ingin Direktori Digital Perluas Pasar UMKM Tanah Air
“Pelabuhan-pelabuhan internasional masih menjadi bottleneck (kemacetan). Dan, masalah itu semakin bertambah dengan terjadinya kenaikan harga-harga komoditas akibat demand yang naik secara cepat,” kata Airlangga di acara Virtual Expo Maritime Indonesia 2021, kemarin.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, lanjut Airlangga, sektor pelayaran dan kepelabuhan harus bisa beradaptasi dengan tingginya permintaan. Selain itu, harus bisa mencari jalan keluar agar biaya logistik bisa terjaga.
Baca juga : Jasindo Ajarin UMKM Minimalisir Risiko Lewat Asuransi
Menurutnya, Pemerintah tengah berupaya menggencarkan digitalisasi untuk memperbaiki supply and demand. “Tentu hal itu harus dibarengi dengan National Logistics Ecosystem (NLE), sehingga bisa menyelaraskan supply and demand lalu lintas barang, kargo. Bahkan dokumentasi sejak kedatangan, pengangkut hingga barang tiba di gudang,” ujarnya.
NLEmerupakan ekosistem logistik yang menyelaraskan arus lalu lintas barang dan dokumen internasional. Sistem ini berorientasi pada kerja sama antar instansi Pemerintah dan swasta melalui pertukaran data, simplifikasi proses, penghapusan repetisi dan duplikasi. Serta, didukung sistem teknologi informasi yang mencakup seluruh proses logistik terkait.
Baca juga : Kinerja Positif, Zebra Nusantara Bangun Logistik Modern Yang Terintegrasi
Menurut Airlangga, biaya logistik akan turun jika supply and demand logistik yang efisien. Tidak hanya di dalam negeri, tapi di luar negeri.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.