Sebelumnya
Untuk mendukung hal itu, papar Airlangga, di dalam negeri Pemerintah memberikan insentif dalam bentuk Super Tax Deduction. Yakni, insentif berupa pengurangan pajak dari penghasilan bruto paling tinggi 200 persen bagi pelaku usaha, dan pelaku industri yang melakukan kegiatan pengembangan vokasi.
“Hal ini diharapkan bisa digunakan di industri pelayaran. Terutama untuk mendorong agar talenta-talenta kita memiliki kemampuan baru di bidang digitalisasi termasuk di logistik,” ujarnya.
Baca juga : MenKop Ingin Direktori Digital Perluas Pasar UMKM Tanah Air
Airlangga berharap, sektor pelabuhan dan pelayaran serta maritim, dapat mengoptimalisasikan efisiensinya dengan melakukan digitalisasi.
Airlangga menyebut, kolaborasi antar berbagai sektor antara Pemerintah, swasta, dan pihak lainnya, harus terus ditingkatkan.
Baca juga : Jasindo Ajarin UMKM Minimalisir Risiko Lewat Asuransi
“Saya juga mengapresiasi Virtual Expo Maritim Indonesia. Dan saya harapkan bisa berkontribusi positif untuk meningkatkan digitalisasi di sektor maritim,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi menyebut, biaya logistik nasional telah mengalami penurunan. Dalam perhitungan ALFI, biaya logistik sudah turun ke angka 21,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dari posisi sebelumnya di kisaran 23 persen hingga 24 persen dari PDB.
Baca juga : Kinerja Positif, Zebra Nusantara Bangun Logistik Modern Yang Terintegrasi
“Biaya logistik dipengaruhi dua faktor, yaitu infrastruktur dan proses perizinan. Dua faktor ini terus dibenahi pemerintah, kita apresiasi ini,” tegasnya. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.