BREAKING NEWS
 

BSI Dapat Izin Buka Pasar Di Timur Tengah

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : WAHYU SURYANI
Kamis, 4 November 2021 18:25 WIB
Penyerahan Letter of Incorporation kepada PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), Kamis (4/11).

RM.id  Rakyat Merdeka - Dubai International Financial Center (DIFC) menyerahkan Letter of Incorporation kepada PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), Kamis (4/11). Langkah strategis ini menandai bahwa bank syariah terbesar di Tanah Air ini secara resmi dapat membuka pasar di wilayah Timur Tengah.

BSI menerima Letter of Incorporation terkait operasional di Dubai. Dengan akta pendirian tersebut, BSI resmi menjadi bagian dari DIFC. Hal itu membuat BSI selangkah lebih dekat untuk mencapai tujuannya menjadi pemain kunci dalam industri perbankan syariah global.

Acara penyerahan letter of incorporation dihadiri Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama BSI Hery Gunardi, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Darmawan Junaidi, Direktur PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Handayani dan Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Royke Tumilaar. Hadir pula CEO DIFC Arif Amiri, Chief Business Development Officer DIFC Salmaan Jaffery

Hery Gunardi mengatakan, saat ini BSI sedang dalam tahap akhir memperoleh izin dari Dubai Financial Service Authority (DFSA) terkait pembukaan kantor representatif di Dubai.

Baca juga : HNW Ingatkan Pembukaan UUD Tidak Bisa Diubah

Menurutnya, sebagai bank syariah terbesar, pihaknya berharap dapat meraih potensi pasar syariah di dunia yang selama ini belum tersentuh optimal.

“Kami ingin menjadi pelaku utama dalam mendorong dan menumbuhkan ekonomi syariah Indonesia. Sehingga Indonesia bisa menjadi tokoh utama dalam ekonomi syariah dunia,” ujar Hery.

Menurutnya, kehadiran BSI di Dubai merupakan langkah strategis. Langkah ini menandai rekam jejak pertama BSI di pasar global. BSI akan menjadi bank dari Indonesia pertama yang memiliki kantor perwakilan di kawasan Timur Tengah.

Adsense

Dengan ekspansi ini, BSI berharap dapat mewujudkan misinya sebagai Top 10 Global Islamic Bank berdasarkan kapitalisasi pasar pada 2025.

Baca juga : Sahabat Ganjar Gelar Bedah Rumah Di Bitung

Kehadiran BSI di Dubai diharapkan tidak hanya dapat berkontribusi pada pengembangan industri perbankan syariah di Indonesia. Juga dapat mempererat hubungan antara Indonesia dengan negara-negara Timur Tengah khususnya Uni Emirat Arab (UEA).

Terlebih. UEA adalah salah satu pusat investasi global, di mana Dubai adalah pusat keuangan syariah global, termasuk Sukuk.

BSI akan mengoptimalkan potensi bisnis di Dubai tersebut sebagai jembatan penghubung antara Indonesia dan investor global, untuk menginvestasikan dananya pada proyek-proyek pemerintah, BUMN dan juga untuk proyek-proyek pembangunan lainnya di Tanah Air.

Kehadiran BSI di Dubai juga diharapkan akan memperkuat hubungan bilateral dan multilateral antara Indonesia dengan negara-negara GCC di Timur Tengah.

Baca juga : Airlangga: RI Siap Kembalikan Kejayaan Pasar CPO Di Turki, Lewat IT-CEPA

Pada Oktober 2021, Pemerintah Indonesia baru saja meresmikan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di Dubai untuk mengoptimalkan bisnis perdagangan dari Indonesia hingga Timur Tengah.

Tentunya, kehadiran BSI di Dubai juga diharapkan akan memudahkan akses bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mencari layanan dan informasi keuangan dan memberdayakan bisnis ekspor dan impor ke Timur Tengah.

Hal ini perlu ditekankan untuk memperkuat pertumbuhan dan ketahanan ekonomi Indonesia, khususnya pasca-pandemi Covid-19. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense