Sebelumnya
Imbauan serupa disampaikan Wakil Presiden Ma'ruf Amin sehari sebelumnya. Namun, imbauan tersebut seperti hanya masuk kuping kiri keluar kuping kanan. Buktinya, warga yang berpergian keluar ngeri terus membludak.
Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mengatakan, masih banyak WNI yang nekat pergi ke luar negeri di tengah ancaman Omicron. Dari data imigrasi tercatat, ada total 10.853 WNI ke luar negeri dalam kurun waktu 23-27 Desember 2021. Pada periode tersebut, rata-rata tiap hari ada 2.700 WNI yang meninggalkan Tanah Air.
Baca juga : Wajib PTM Di Tengah Serangan Omicron, Orangtua Rela Nggak Rela
Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Arya Pradhana Anggakara mengatakan, pihaknya tidak bisa melarang WNI untuk ke luar Indonesia. "Karena yang disampaikan oleh Pemerintah sifatnya masih imbauan dan belum cukup dijadikan dasar pelarangan WNI ke luar negeri," kata Arya, dalam keterangan resmi, kemarin.
Epidemiolog Universitas Indonesia Tri Yunis Miko mengatakan, penyebaran Omicron di dunia saat ini telah melampaui Delta. Karena alasan itu, ia berharap pemerintah bertindak tegas dengan melarang WNI berpergian keluar negeri. Kata dia, imbauan yang dilakukan Pemerintah saat ini tak cukup ampuh. Perlu aturan yang lebih tegas.
Baca juga : Liburan Ke Luar Negeri, Giliran Karantina Cari Yang Gratis
Miko mengingatkan, semakin banyak WNI yang keluar negeri, semakin besar peluang varian Omicron menjamah berbagai wilayah. "Kalau yang ke luar negeri terus bertambah, ini akan jadi menakutkan," kata Miko, kemarin.
Miko menjelaskan, Pemerintah harus memastikan Omicron tidak cepat menyebar ke berbagai daerah. Soalnya, Indonesia saat ini tengah berpacu dengan waktu dalam vaksinasi Covid-19. "Masih banyak lansia dan anak-anak di daerah yang belum mendapat vaksin," ujarnya.
Baca juga : Omicron Sudah Sampai Indonesia, Masih Nekat Mau Plesiran Ke Luar Negeri?
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali memberikan peringatan soal varian Omicron. Lembaga yang bermarkas di Swiss itu menyebut, risiko yang ditimbulkan Omicron masih sangat tinggi. Secara global, kasus Covid-19 sudah melonjak 11 persen dibanding pekan lalu, dengan Omicron sebagai pendorong utamanya. "Varian Omicron telah melampaui Delta yang sebelumnya dominan," kata WHO dalam laporannya, seperti dikutip AFP, kemarin.
Laporan itu juga menyebutkan, Omicron memiliki keunggulan pertumbuhan dibandingkan varian Delta dengan waktu penggandaan dua hingga tiga hari. Peningkatan pesat kasus Omicron terlihat di sejumlah negara seperti Inggris dan Amerika Serikat. WHO menyebut, tingkat penyebaran yang cepat kemungkinan merupakan kombinasi dari penghindaran kekebalan dan peningkatan transmisibilitas varian Omicron secara intrinsik. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.