Dewan Pers

Dark/Light Mode

Omicron Menggila, Larang Pejabat Ke Luar Negeri

Luhut Keras Dan Tegas

Jumat, 3 Desember 2021 08:10 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Komandan PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Dok. Kemenkomarves)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Komandan PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Dok. Kemenkomarves)

RM.id  Rakyat Merdeka - Virus Corona varian Omicron semakin menggila. Dalam waktu singkat, virus asal Afrika Selatan itu, sudah menyebar ke 25 negara. Termasuk ke negara tetangga kita, Singapura. Menghadapi situasi ini, Komandan PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengeluarkan aturan keras dan tegas. Ia melarang para pejabat pergi ke luar negeri.

Satu per satu, negara lain melaporkan keberadaan Omicron di wilayahnya. Per Kamis kemarin, ada tiga negara yang mengkonfirmasi kasus pertama Omicron. Tiga negara itu adalah Prancis, Amerika Serikat, dan Singapura. Dengan tambahan tersebut, saat ini sudah ada 25 negara yang diserang Omicron. Tersebar di Afrika, Asia, Australia, Timur Tengah, Eropa, dan Amerika.

Sekjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom memperkirakan, jumlah itu akan terus bertambah. Meski Omicron cepat menyebar, Tedros mengatakan belum banyak informasi yang didapat dari varian baru ini. Misalnya, bagaimana tingkat penularan, keparahan, dan efektivitas tes, terapi, dan vaksin. "Masih butuh waktu untuk mengetahui itu semua," katanya, di markas WHO, Jenewa, Swiss, Rabu (1/12).

Berita Terkait : Catet Nih, Pejabat Negara Dilarang Pergi-pergi Ke Luar Negeri

Tedros pun meminta semua negara melakukan persiapan untuk menghentikan transmisi Omicron. Misalnya, dengan meningkatkan vaksinasi dan tindakan pencegahan lainnya.

Kekhawatiran Tedros itu tak berlebihan. Pejabat kesehatan di Afrika Selatan menyatakan, varian Omicron telah memicu lonjakan eksponensial dalam infeksi selama dua pekan terakhir. Angka kasus harian terus naik, dari rata-rata sekitar 300 kasus menjadi 1.000 pada pekan lalu. Kemudian naik lagi menjadi 3.500 dan kini mencapai 8.561 kasus.

“Peningkatannya mengkhawatirkan,” kata Michelle Groome, dari Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD) Afrika Selatan, seperti dikutip The Guardian, kemarin.

Berita Terkait : Pertamina Hulu Energi Tandatangani 8 Perjanjian Jual Beli Gas Dan Minyak

NICD mengatakan, 74 persen dari semua genom virus yang telah diurutkan bulan lalu adalah varian baru. Varian itu pertama kali ditemukan dalam sampel yang diambil pada 8 November di Gauteng, provinsi terpadat di Afrika Selatan.

Melihat hal ini, Luhut tak tinggal diam. Luhut menyiapkan tiga skenario untuk mengantisipasi serangan Omicron. Pertama, melarang pejabat bepergian ke luar negeri. Larangan terhadap pejabat tersebut berlaku kepada seluruh lapisan jabatan, terkecuali bagi yang melaksanakan tugas penting negara. Luhut pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak bepergian ke luar negeri sementara ini.

"Bagi masyarakat umum, sifatnya masih imbauan. Jadi, WNI diimbau agar tidak melakukan perjalanan ke luar negeri dulu," kata Luhut, dalam keterangan resmi, kemarin.

Berita Terkait : Animo Vaksin Tinggi, Masyarakat Ogah Kemakan Hoax

Kedua, Luhut memperpanjang masa karantina bagi WNA dan WNI pelaku perjalanan dari negara-negara di luar 11 negara yang dilarang masuk. Dari awalnya 7 hari ditambah menjadi 10 hari.
 Selanjutnya