Sebelumnya
Kesepakatan itu diambil dalam pertemuan Menteri Jonan, Menteri Rini Soemarno, Dirut Pertamina Nicke Widyawati, Wamen ESDM Arcandra Tahar, Deputi Menteri BUMN Fajar Harry Sampurno dengan pihak Menteri Menteri Energi, Industri, dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi, Amin H Nasser. Kebetulan, Amin H Nasser merupakan Chairman Saudi Aramco.
Pertemuan itu digelar di sela-sela Konferensi G20 di Karuizawa, Jepang, Minggu (16/6).
Ajukan Tiga Syarat
Baca juga : Menag Dicuekin, Arab Saudi Tak Mudah Dirayu
Nicke mengungkapkan, ada tiga syarat yang diminta Saudi Aramco. Pertama, insentif investasi. Kedua, akuisisi lahan. Dan, ketiga, spin off asset (pemisahan aset). “Secara umum dua syarat itu sudah selesai. Yang belum menemukan titik temu itu spin off,” ungkap Nicke, sambil menarik nafas panjang.
Dia menuturkan, masalah pemisahan aset memang tidak mudah. Dalam Undang-Undang (UU) BUMN, pengalihan aset mesti menggunakan harga pasar. Pengembangan Kilang Cilacap merupakan bagian dari 6 proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) dan New Grass Root Refinery (NGRR) untuk meningkatkan kapasitas produksi bahan bakar minyak (BBM) Pertamina, dari saat ini sekitar 1 juta barel per hari menjadi sekitar 2 juta barel per hari.
Keenam proyek tersebut adalah RDMP Cilacap, RDMP Balikpapan, RDMP Balongan, RDMP Dumai, NGRR Tuban dan NGRR Bontang. Selain meningkatkan kapasitas kilang, kualitas produk BBM yang dihasilkan pun akan lebih baik, yaitu mencapai standar EURO V yang lebih ramah lingkungan.
Baca juga : Dijewer Ombudsman, Kemendikbud Mikir Ya!
Sebelumnya, Direktur Mega Proyek dan Petrokimia Pertamina Ignatius Tallulembang mengatakan, ada skema baru yang akan coba disodorkan ke Saudi Aramco. Skema baru yang ditawarkan Pertamina adalah tidak lagi melakukan spin off. Tetapi, Pertamina akan memiliki porsi sendiri dalam pengembangan Kilang Cilacap.
Jika porsi pengerjaan pengembangan yang dilakukan Pertamina sudah selesai, maka Saudi Aramco ikut terlibat dalam pengembangan kilang tahap selanjutnya.
“Jadi bukan spin off lagi, bukan valuasi aset. Tapi mungkin kayak aset baru saja, kami kerja sama bikin yang baru,” ungkap Tallulembang. [DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.