RM.id Rakyat Merdeka - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) memastikan akan menindaklanjuti temuan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang mensinyalir ada 3 persen prajurit korps loreng menolak ideologi Pancasila.
“Sebelumnya kami belum pernah mendenger kabar itu. Kami pasti membuka diri, kami akan evaluasi, kami akan tindak lanjuti supaya ada perbaikan,” ungkap Kepala Staf TNI AD (Kasad) Jenderal Andika Perkasa usai membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) 2019 di Markas Besar (Mabes) TNI AD, Jakarta, baru-baru ini.
Andika menuturkan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Kemenhan untuk mengetahui detail informasi tersebut.
Baca juga : Celaka, 3 Persen TNI Nolak Pancasila
Menurutnya, upaya menangkal paham bertentangan dengan Pancasila memang sudah seharusnya dilakukan, tidak hanya oleh TNI tetapi semua elemen masyarakat. Dia mengajak semua masyarakat mewaspadai berkembangnya paham radikalisme.
Sementara, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono mengajak para purnawirawan memberikan contoh kepada prajurit agar setia kepada pemerintah dan tunduk kepada undang-undang.
Hal ini disampaikan sebab dirinya melihat ada perubahan dalam memandang kontektual sumpah prajurit.
Baca juga : WNI Denmark Peringati Hari Lahir Pancasila Pukul 19.30
“Semuanya harus kembali kepada sumpah prajurit yang asli. Jangan memberikan contoh yang tidak baik,” ungkap Hendro.
Adanya prajurit TNI menolak ideologi Pancasila sebelumnya disampaikan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu dalam acara hahal bihalal di Mabes TNI.
Dia memaparkan hasil kajian/survei mengenai fenomena banyaknya elemen masyarakat tidak setuju dengan Pancasila. Antara lain, 23,3 persen mahasiswa, 23,3 persen siswa SMA, 19,4 Pengawai Negeri Sipil (PNS), 9,1 persen pegawai BUMN dan 3 persen prajurti TNI.
Baca juga : Kemarin #SayaPancasila, Sekarang #KitaPancasila
“Ini memprihatinkan sekali. Kenapa saya sampaikan di sini, mumpung kita berkumpul di sini, ada sesepuh. Ada yang lebih muda. Bersama-sama mengatasi ini agar Indonesia ke depan bisa tetap seperti sekarang,” ujar Ryamizard. [QAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.