Sebelumnya
Pemkab Serang berencana akan memberikan kewenangan seutuhnya di 3 Kecamatan sekitar wisata agar kebersihan bisa terlaksana secara maksimal.
“Kami sedang lakukan ujicoba tempat pengelolaan sampah dengan kapasitas 20 ton di Bandung, jika berhasil akan kita terapkan tahun depan di sini,” tuturnya.
Baca juga : DPD RI Apresiasi Pembangunan MRT
Sementara Menteri Pariwisata Arief Yahya menyampaikan, Bupati Serang tinggal menetapkan desa mana saja yang masuk desa wisata. Anggaran untuk desa wisata sendiri cukup besar antara Rp 800 juta -1 miliar.
“Kan cukup besar untuk desa. DAK juga bisa digunakan untuk jalan. Anggaran tidak hanya berbasis APBD dan APBN di Kemenpar tapi di PUPR, perhubungan kita punya pengalaman di Danau Toba dikasih dua kapal,” jelasnya.
Baca juga : Menpar Dukung Pengembangan Wisata Kota Lama Semarang
Untuk pengembangan wisata religi di Kabupaten Serang, ia mengatakan akan menggunakan 3 rumus A. Yakni atraksi, akomodasi hingga akses.
“Kalau atraksinya religi. Kedua akomodasi homestay, aksesnya tidak ada masalah disini. Untuk track orang datang dari Jakarta tidak lama, kalau di bawah 2 jam orang mau, tadi saya hanya 1,5 jam,” ucapnya.
Baca juga : PLN Suplai Power Bank Raksasa Untuk Pembangunan IKEA Jakarta
Lalu mengingat daerah Tirtayasa dan Tanara adalah wilayah yang kaya akan sejara, Arie mengungkapkan, pada umumnya wisata religi selalu berdampingan dengan sejarah. Bahkan ia pun mengharapkan hal tersebut tidak terpisahkan.
“Saya harapkan akan seperti itu, nanti timnya orang ahli yang akan buat masterplan pasti akan memasukan unsur yang diminta ke dalamnya,” pungkasnya. [CMB/RIE]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.