Sebelumnya
Menurut Pandu, cara itu bisa menimbulkan kekacauan yang besar jika diterapkan. Sebab, pemerintah Negeri Tirai Bambu melakukan lockdown untuk menekan virus.
“Sedangkan Indonesia melakukan penekanan kematian dan hospitalisasi. Kita paham Covid tetap ada dan sangat sulit menekan sampai tingkat zero, sehingga kita tidak melakukan lockdown,” terangnya.
Baca juga : Mahfud MD: Pemerintah Bangun Indonesia Dari Pinggiran
Selain itu, Pandu menilai, meski merupakan negara produsen vaksin, China tidak memberikannya secara merata. Khususnya, ke kelompok lanjut usia alias lansia. “Itulah sebab kematian terjadi kepada lansia di sana,” beber Pandu.
Karena itu, dia berani menyebut, upaya Indonesia melawan Covid-19 nyaris sempurna. Hanya saja, belakangan, menurutnya perlu ada yang dikoreksi. Yakni, soal pelonggaran pemakaian masker. “Sangat disayangkan,” tegas Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) ini.
Baca juga : Pesut Etam Cari Lawan Ke Yogyakarta
Menurutnya, Pemerintah memang boleh “melepaskan” pergerakan penduduk sebagai bentuk pelonggaran. Tapi, tidak berarti masker harus dilepas.
“Ini ada kesalahan. Saya tidak tahu kenapa Presiden tiba-tiba melakukan pelonggaran terhadap penggunaan masker, padahal masker dan vaksin itu andalan kita,” sesal Pandu.
Baca juga : Menperin: Fahmi Idris Sosok Paripurna
Dia menilai, akan lebih tepat jika Pemerintah menghentikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel, ketimbang melonggarkan penggunaan masker. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.