BREAKING NEWS
 

Generasi Muda Dukung Folu Net Sink 2030

Writer : Zagy Yakana Berian
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Sabtu, 12 November 2022 15:17 WIB
Founder SRE Zagy Yakana Berian (kiri) foto bersama dengan Menteri LHK Siti Nurbaya (ketiga kanan) dan delegasi negara peserta KTT COP 27 Mesir. (Foto: Dok. KLHK)

Komitmen Indonesia dalam menjaga keseimbangan emisi sektor kehutanan dan penggunaan lainnya atau FOLU Net Sink 2030, ditunjukkan dalam aksi-aksi nyata yang didukung tiga negara maju.

Hal itu dibahas dalam sesi World Climate Leaders' Insight on Indonesia's FOLU Net Sink 2030 di Paviliun Indonesia COP 27 UNFCCC, Sharm El-Sheikh, Mesir, Rabu, (9/11) waktu setempat.

Sesi ini dihadiri Menteri Inggris Raya (UK) untuk Asia, Energi, Iklim dan Lingkungan Lord Zac Goldsmith, Menteri Luar Negeri Norwegia Tvinnereim, dan Wakil Sekretaris Deputi untuk Kebijakan Iklim Amerika Serikat Rick Duke.

Terkait hal ini, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengatakan  sektor FOLU menjadi faktor penting (berkisar 60 persen dari target reduksi emisi) dalam pencapaian NDC Indonesia, yang pada COP27 telah disampaikan dalam Enhanced NDC.

Dalam sesi ini, Menteri Siti menegaskan, keberhasilan kebijakan iklim perlu didorong dari tingkat pusat hingga ke tingkat tapak.

Gayung bersambut dari tiga negara maju lainnya. Mereka sepakat, generasi muda dan aksi kolaborasi mampu meweujudkan tujuan tersebut.

Baca juga : Pesan Wamenag: Generasi Muda Harus Melek Digital

Dalam kesempatan ini, hadir beberapa generasi muda dari penggiat sektor lingkungan dan juga energi   untuk mengantar Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di sektor energi bersih dan juga perubahan iklim. 

Antara lain Zagy Yakana Berian, Founder Society of Renewable Energy (SRE).

SRE adalah organisasi mahasiswa yang bergerak di bidang percepatan implementasi teknologi energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. 

Founder SRE Zagy Yakana Berian (Foto: Dok. Pribadi)

 

Adsense

Zagy Berian menyampaikan pandangannya, tentang aktivitas ekonomi masyarakat desa, yang sebagian besar tinggal di dekat hutan, atau di dalam hutan yang memiliki potensi komoditi dan produk lokal penyumbang sektor ekonomi Indonesia. Namun, terkendala infrastruktur energi.

Untuk itu, diperlukan sinergi untuk memberikan akses terhadap energi, dalam mendukung sektor ini.

Baca juga : Veteran Dan Tokoh Lintas Agama Di Medan Dukung Ganjar Pranowo Jadi Presiden 2024

Menurutnya, ruang kolaborasi turut menjadi hal yang dibutuhkan generasi muda. 

Ini juga disuarakan oleh salah satu perwakilan Green Leadership Indonesia.

Pandangan ini ditanggapi dan disambut baik oleh Menteri UK Lord Zac.

Dia mengatakan, perubahan iklim adalah hal yang tidak dapat dihindari. Karena itu, generasi muda harus dapat terus bersinergi mendukung tercapai target bersama.

Hal serupa juga dikatakan Menteri Luar Negeri Norwegia, Tvinnereim, yang menyebut langkah Indonesia dapat ditiru oleh berbagai negara lainnya.

Sementara Wakil Sekretaris Deputi untuk Kebijakan Iklim Amerika Serika Rick Duke, menyampaikan tantangan yang harus diperhatikan untuk menyeimbangkan pemanfaatan energi bersih.  Dengan mengoptimalkan lahan yang diperlukan, termasuk penggunaan lahan tersebut.

Baca juga : Ribuan Pemuda Dukung Ganjar Presiden 2024

Banyak teknologi yang dapat menjadi alternatif solusi dalam menjawab hal itu.

Generasi muda perlu juga memikirkan inovasi untuk mewujudkan integrasi dalam SDGs ini.

Sesi yang dimoderatori Penasihat Senior Menteri LHK, Efransjah ini juga menyampaikan pesan, bahwa payung besar SDGs adalah isu menarik untuk dikawal generasi muda. ■

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense