RM.id Rakyat Merdeka - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiadi menegaskan, Rabbial Muslim Nasution (RMN) yang merupakan pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, tidak terkait dengan aplikator ojek online (ojol) mana pun.
RMN memang pernah menjadi mitra salah satu ojol. Tapi, sudah berhenti sejak dua tahun lalu.
Baca juga : Pelaku Bom Bundir Medan Parodikan Liputan Banjir di YouTube
“Sudah dua tahun lalu berhenti menjalani profesi driver ojol. Jadi, tidak ada kaitan langsung bahwa pelaku adalah pengemudi ojol,” katanya dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (14/11).
Budi menuturkan, jaket berlogo ojol merupakan identitas mitra atau pengemudi ojol untuk melakukan aktivitasnya. Bahkan, jaket tersebut merupakan bentuk perlindungan dari aplikator terhadap mitranya.
Baca juga : Menhub Siap Kaji Proses Rekrutmen Driver Ojol
"Jaket juga bisa untuk perlindungan pada malam hari. Kan ada stiker reflektor, yang beri info pengendara dari belakang bahwa ini ada pengemudi,” ujarnya.
Satu hal yang disayangkan, jaket ojol dapat diperoleh dengan mudah di mana-mana. Untuk itu, Budi menyarankan agar jaket tersebut mempunyai identitas pribadi.
Baca juga : Eks Penegak Hukum Dan Wartawan Berpeluang Jadi Dewas KPK
"Kita lihat, sekarang di Pasar Senen juga bisa didapatkan. Jadi akan kita masukkan regulasi, jaket itu sebagai identitas dan kewajiban untuk perlindungan aspek keselamatan. Serta memudahkan Polri melakukan identitas pengusutan. Jaket itu bukan sebuah properti yang bisa dimiliki secara pribadi,” jelasnya. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.