BREAKING NEWS
 

OOTD Kemenkominfo: Asal Viral, Bisa Bikin Semua Kesal

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Sabtu, 29 Juni 2024 16:57 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Fenomena viral sudah tidak bisa lagi dilepaskan dari kehidupan kita di era digital yang semakin canggih ini. Konten viral bisa menyebar sangat cepat melalui media sosial atau platform digital lainnya.

Sayangnya, banyak konten-konten viral beredar di masyarakat tanpa ada kontrol tentang kebenaran dan dampak buruk ke masyarakat.

Banyak masalah justru muncul dari konten-konten viral yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Terlebih, sejauh ini informasi negatif lebih mudah mencuri perhatian masyarakat.

Menanggulangi fenomena konten viral yang justru meresahkan, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) mengadakan webinar Obral Obrol Literasi Digital (OOTD) bertajuk “Asal Viral, Semua Jadi Kesal” pada Jumat (28/6/2024).

Baca juga : Kemenkominfo Minta Generasi Muda Gunakan Hak Pilih di Pilkada Serentak

Dari seminar yang dilakukan secara daring tersebut dijelaskan, etika berkehidupan di dunia digital menjadi dasar yang sangat penting untuk menciptakan dunia digital yang sehat dan nyaman.

Tidak hanya di dalam negeri, dampak dari konten viral juga bisa sangat cepat menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Adsense

“Sebenarnya istilah viral itu sudah ada sejak lama sebelum adanya digitalisasi, tapi dengan perkembangan digital saat ini sesuatu yang viral harus jadi perhatian khusus karena penyebarannya sangat cepat dan meluas ke seluruh dunia,” ujar Soni Mongan, Penggiat Literasi Digital yang menjadi salah satu pembicara.

Yang juga harus diperhatikan, masalah yang ditimbulkan dalam sebuah konten di dunia digital sulit untuk dihapuskan. Jejak digital ini bisa jadi konsumsi publik lintas generasi.

Baca juga : Pemecatan Erik Ten Hag Tak Bisa Dihindari

“Yang menjadi concern saat ini sebenarnya, kalau jejak digital kita itu lebih banyak yang negatif dari pada yang positif. Dan ini akan berpengaruh pada kehidupan kita sehari-hari,” jelas Astari Yuniarti, Ketua Redaxi.

Contoh teranyar dampak buruk dalam konten viral di medsos adalah seorang petugas keamanan di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta yang memukul anjing.

Padahal, tindakan itu dilakukan agar anjing tersebut melepaskan anak kucing yang digigitnya. 

Lantaran salah persepsi dan terlanjur viral, petugas tersebut harus menerima tekanan psikologi karena jadi hujatan netizen.

Baca juga : Jokowi: Kelangkaan Air Bisa Bikin Perang

Lebih parah lagi, petugas tersebut juga sempat dipecat dari pekerjaannya. Beruntung, akhirnya dia dipekerjakan kembali

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense