BREAKING NEWS
 

Di Hari Kedua Green Economy Expo

Bappenas Bahas Dekarbonisasi Industri Melalui Praktik Sirkular

Reporter : DANU ARIFIANTO
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Minggu, 7 Juli 2024 13:47 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian PPN/Bappenas menggelar Green Economy Expo: Advancing. Technology, Innovation, and Circularity di Jakarta Convention Center, Jakarta pada 3-5 Juli 2024.

Dekarbonisasi industri melalui praktik-praktik sirkular menjadi pembahasan utama di hari kedua, Kamis (4/7/2024).

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Eniya Listiani Dewi di kesempatan itu menekankan tentang pentingnya potensi energi baru dan terbarukan (EBT) yang dimiliki Indonesia.

Potensi ini wajib dikelola dengan baik untuk mendukung proses dekarbonisasi industri guna mencapai target Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060.

Dia menyebutkan, Indonesia memiliki potensi EBT besar, terpencar, dan beragam untuk mendukung ketahanan energi nasional dan capaian target bauran EBT.

Baca juga : Jokowi Ketemu Sekjen Cormann, Airlangga: Bahas Proses Aksesi RI Masuk OECD

"Contohnya tenaga surya dengan potensi sebesar 3.294 GW, hidro dengan potensi 95 GW, bioenergi dengan potensi 57 GW, angin dengan potensi 155 GW, panas bumi dengan potensi 23 GW, dan laut dengan potensi 63 GW,” kata Eniya dalam keterangan resmi yang diterima RM.id, Sabtu (6/7/2024).

Pemerintah sendiri, menurut dia, telah melakukan beberapa strategi untuk mewujudkan transisi energi menuju NZE.

Mulai dari penerapan efisiensi energi, elektrifikasi, moratorium, sampai pensiun dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang sudah ada.

“Pengembangan EBT secara offgrid, ongrid dan BBN, pengembangan sumber energi baru seperti hidrogen, nuklir dan amonia serta pengembangan Carbon Capture Storage (CCS)/Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS) juga menjadi bagian dari strategi itu,” jelasnya.

Adsense

Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti yang turut hadir sesi talkshow menjelaskan bahwa upaya pemerintah mengakselerasi transformasi ekonomi melalui penerapan ekonomi hijau sudah sesuai dengan rencana pembangunan Indonesia untuk 20 tahun ke depan.

Baca juga : Bangun Kawasan Industri Elektronik

Seperti, percepatan transisi energi, penerapan ekonomi sirkular serta pengembangan industri hijau yang merupakan bagian dari rencana penerapan ekonomi hijau dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045.

Model ekonomi linear tidak lagi sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjut, maka dari itu Bappenas mencoba mendorong penerapan ekonomi sirkula.

Ekonomi sirkular dapat mencapai lebih banyak dengan menggunakan demi sedikit karena ekonomi sirkular lebih dari sekedar pengelolaan limbah.

"Tapi mencakup seluruh produksi, distribusi dan konsumsi dari hulu ke hilir rantai pasokan,” ungkap Amalia.

Untuk di kawasan industri, upaya dekarbonisasi dilakukan dengan mengadopsi ekonomi sirkular.

Baca juga : Kemenkop UKM Dukung Perkembangan Industri Sepeda Motor Listrik Lokal

Salah satu upaya yang tengah didorong adalah pengembangan Kawasan Industri Hijau dan Eco Industrial Park (EIP).

“Kebijakan lain yang dapat menjadi enabler adalah penerapan ISO dan SNI Ekonomi Sirkular oleh BSN, Ecolabel, Proper, EPR oleh Kementerian LHK, serta Sustainable Finance dan Sustainable Roadmap oleh OJK,” ujarnya.

Pelaksana Tugas Direktur USAID Indonesia, Mohib Ahmed, mengatakan upaya-upaya dekarbonisasi industri tidak dapat dijalankan tanpa dukungan banyak pihak.

Karena itu, Kemitraan Strategis Komprehensif antara Indonesia dengan Amerika Serikat akan terus dipererat untuk memajukan pembangunan rendah karbon, energi terbarukan, dan ekonomi hijau.

“Saya bangga atas kemitraan yang sudah terjalin lama dan erat dengan Bappenas dalam merancang dan menerapkan berbagai kebijakan yang membantu kita untuk terus maju,” tutup Mohib Ahmed.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense