BREAKING NEWS
 

Di Korea

Jokowi Bicara Tiga Terobosan Ini

Reporter & Editor :
KRISTANTO
Senin, 25 November 2019 21:43 WIB
Presiden Jokowi dalam sebuah sesi acara KTT ASEAN-Republic of Korea di Busan, Senin (25/11). Foto: Twitter @jokowi

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi mengemukakan dunia berubah sangat drastis. Kecepatan perkembangan teknologi telah mengubah cara hidup manusia secara dramatis. 

Jika satu dekade lalu kita mengenal perusahaan besar dengan armada taksi, saat ini dengan teknologi perusahaan besar digantikan pemilik mobil perorangan. 
“Tantangan ini semakin besar saat kita saksikan meningkatnya tendensi nasionalisme populisme ekonomi di beberapa negara dalam beberapa tahun terakhir.,” kata Presiden Jokowi saat berbicara pada KTT ASEAN-RoK Summit, di Busan, Korea Selatan (Korsel), Senin (25/11). 

Menurut Presiden, gerakan anti pasar bebas dan proteksionis pun semakin mendominasi. Kerja sama ekonomi dunia mulai tergerus dengan pendekatan transaksional yang semakin marak. 
Presiden mengingatkan, kalau ini dibiarkan maka resesi ekonomi dunia bisa kembali terulang. “Inilah yang harus kita hindari bersama dan kalau ini terjadi semua negara maju, emerging ekonomi, terlebih negara berkembang, dunia usaha juga akan mengalami kerugian yang besar,” tutur Pesiden Jokowi. 

Baca juga : Jokowi Yakini RI Masuk 4 Besar Ekonomi Terkuat Dunia

Untuk itu, Presiden Jokowi mengingatkan negara-negara ASEAN dan Korea untuk melakukan terobosan. Ia menyebutkan, ada tiga hal terobosan besar yang harus dilakukan negara ASEAN dan Korea: pertama, pembangunan infrastruktur yang berkualitas. “Infrastruktur harus dibangun secara maksimal. Pembangunan infrastruktur akan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui terciptanya pusat-pusat ekonomi baru termasuk di daerah-daerah terpencil,” tegas Presiden. 

Bagi Indonesia, lanjut Jokowi, infrastruktur juga sebagai pemersatu bangsa karena Indonesia memiliki 17.000 pulau dari Sabang sampai Merauke. Selama 5 tahun terakhir Indonesia terus membangun infrastruktur dan akan terus dilanjutkan pada periode ke-2 pemerintahannya. 
“Tahun depan Indonesia akan menggelar forum infrastruktur dan konektivitas di kawasan Indo Pasifik. Saya undang semua pelaku usaha untuk hadir merebut infrastruktur dan konektivitas di Indonesia dan juga di kawasan Indo Pasifik,” kata Jokowi dalam kesempatan itu. 

Adsense

Untuk menarik investasi khususnya pada proyek infrastruktur dan konektivitas, Presiden menjelaskan, debirokratisasi dan deregulasi harus dilakukan di Indonesia. Untuk itu, Indonesia akan segera merevisi 74 undang-undang yang menghambat investasi dengan menerapkan undang-undang omnibus.  “Intinya satu, sederhanakan akses investasi dalam negeri maupun ASEAN. Jadi intinya hanya satu yaitu sederhanakan akses investasi maupun asing,” tegas Presiden. 

Baca juga : Besok Jokowi Teken Tiga Kesepakatan Dengan Presiden Korsel

Kedua, peningkatan kualitas sumber daya manusia. Presiden menjelaskan, sumber daya manusia adalah kunci bagi lompatan ekonomi bagi sebuah negara. Untuk itu, revitalisasi pendidikan guna menciptakan link and match antara pendidikan dan dunia kerja menjadi sebuah keniscayaan. 

“SDM juga kunci bagi sebuah negara untuk antisipasi bagi ekonomi ke depan,” tutur Presiden. Menurut Presiden, ekonomi pada masa depan adalah ekonomi industri kreatif dan digital. Ia menilai, ASEAN dan Korean memiliki potensi besar dalam industri kreatif. 

Yang ketiga, pengembangan energi terbarukan mutlak harus dilakukan. Jokowi mengemukakan, Indonesia sejak tahun lalu telah mencanangkan kewajiban untuk mencampur biodiesel kelapa sawit dengan solar sebesar 20 persen atau B20. 

Baca juga : Terbang ke Korsel, Jokowi Siap Hadiri KTT ASEAN-RoK

“Tahun depan, kami akan mewajibkan peningkatan campuran biodiesel  tersebut menjadi 30 persen atau B30,” ungkap Presiden Jokowi. Presiden juga menyampaikan, Indonesia saat ini juga telah mengembangkan energi listrik berbasis air. 

“Kami memiliki sungai-sungai besar yang mampu menghasilkan listrik berbasis air dengan jumlah yang signifikan. Setidaknya ada dua lokasi, yaitu di Kalimantan Utara dengan potensi sebesar 11 megawatt dan di Papua dengan potensi sebesar 23 watt,” sambung Presiden. 
Dengan menggunakan potensi listrik dari tenaga air, menurut Presiden, pengembangan industri  yang dilakukan Indonesia akan memiliki emisi yang rendah. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense