BREAKING NEWS
 

Tugas Perdana

Wamen KLHK Pimpin Delegasi RI Di COP 25 Madrid

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : MUHAMAD FIKY
Senin, 2 Desember 2019 00:05 WIB
Sejumlah delegasi negara mendaftarkan untuk acara COP 25 di Madrid, Spanyol, Minggu (1/12) sore, waktu setempat.

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong bersama rombongan melakukan kunjungan ke Madrid, Spanyol. 

Mereka datang untuk menghadiri pertemuan pada “Madrid Cli mate Change Conference (COP-25/CMA-15/CMA-2) yang akan digelar, mulai tanggal 2 sampai 13 Desember 2019 di Gedung Ifema Madrid, Spanyol.

Acara Konferensi perubahan iklim dunia ini akan dihadiri sejumlah negara dan NGO dunia yang tergabung dalam perubahan iklim. Mereka akan memperjuangkan dan memaparkan program-program tentang kebijakan perubahan iklim.

Baca juga : Tinggal Finalisasi, Para Wamen Bakal Segera Dilantik

'Saya ditugaskan Ibu Menteri LHK Siti Nurbaya untuk menghadiri pembukaan acara COP 25 pada Senin (2/12) pagi. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari visi dan misi Presiden Jokowi yang peduli terhadap perubahan iklim dunia," kata Alue kepada wartawan di saat meninjau Pavilium Indonesia, Di Ifema Madrid , Spanyol, Minggu (1/12) sore, waktu setempat.

Adsense

Pria asli Dayak ini merasa senang dipercaya oleh Ibu Menteri Siti untuk mewakilinya mengikuti konferensi perubahan Iklim dunia yang ke 25. Ia pun menyatakan, kesiapannya untuk memperjuangkan kepentingan Indonesia dalam forum perubahan iklim dunia ini. 

"Persiapan hari ini semuanya sudah siap,  baik sifatnya negoisasi dan diplomasi. Kita juga sudah menyiapkan 40 sampai 50 tim negoisator dan tim diplomasi untuk memperjuangkan kepentingan Indonesia di COP 25," ujarnya.

Baca juga : Dukung Pemulihan Wamena, Kemenhub Nyumbang Rp 1,5 M

Untuk negoisator sendiri, lanjut Halue  terbagi dalam 13 tematik negoisasi yang akan diperjuangkan di COP 25. Sedangkan lewat jalur diplomasi, KLHK akan menggelar 43 taklshow panel yang akan dihadiri oleh beragam narasumber di Pavilions Indonesia.

Lebih lanjut Halue menjelaskan, dalam negoisasi nanti ada yang paling krusial. Yaitu tentang artikel 6 yang berkaitan dengan pasar dan nonpasar. Masalah ini yang akan diperjuangkan oleh delegasi Indonesia di COP 25.

"Tentu mekanisme pasar yang paling alot  dinegoisasikan karena kegunaan mekanisme pasar dalam mencapai Paris Agreement sangat dinamis. Ada negara yang tidak sepakat ada juga tidak. Kita berharap di COP 25 dapat menghasilkan hal positif  dalam mekanisme pasar," tandasnya. [FIK]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense