BREAKING NEWS
 

Satu Dekade Pemerintahan Jokowi

Indonesia Terus Kejar Target Zero Stunting

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Minggu, 20 Oktober 2024 08:00 WIB
Indonesia akan terus menekan angka prevalensi stunting, untuk mengejar target menjadi negara maju. (Grafis: Nusa Noferi Anjala/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penurunan angka prevalensi stunting merupakan salah satu legacy penting di sektor kesehatan, dalam pemerintahan Presiden Jokowi-Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, yang akan berakhir pada hari ini, Minggu (20/10/2024).

Stunting yang merupakan hasil gizi buruk dan perawatan tidak memadai selama 1.000 hari pertama kehidupan, tak hanya melulu soal tinggi badan. Stunting juga sangat terkait dengan rendahnya kemampuan anak untuk belajar, keterbelakangan mental, dan kemungkinan munculnya penyakit-penyakit kronis.

Karena itu, jika stunting tidak diatasi dengan baik, mustahil Indonesia bisa mengoptimalkan bonus demografi di tahun 2030, yang merupakan momentum menuju Indonesia Emas 2045.

Baca juga : Yudi Purnomo Harahap: Bukti Polri Serius Perangi Korupsi

Tahun 2014, saat pertama kali Jokowi menjabat, prevalensi stunting Indonesia mencapai 37,2 persen (Riskesdas 2013). Angka tersebut berhasil ditekan menjadi 27,6 persen pada tahun 2019. Lalu turun lagi menjadi 21,5 persen pada tahun 2023 (Survei Kesehatan Indonesia). Kemudian, pada tahun 2023, terjadi pelambatan penurunan prevalensi stunting menjadi 21,5 persen, dari angka 21,6 persen pada tahun 2022.

Ini berarti, dalam satu dekade, prevalensi stunting mengalami penurunan secara kontinu, sebesar 15,7 persen atau 1,57 persen per tahun.

Meski mengalami pelandaian dalam satu tahun terakhir, pemerintah optimistis prevalensi stunting bisa turun hingga 14 persen pada tahun 2024. Hal ini disampaikan Jokowi, saat meninjau kegiatan Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Posyandu Integrasi RW 02 Cipete Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (11/6/2024).

Baca juga : Praswad Nugraha: Banyak Tim, Tanpa Perubahan Signifikan

“Kita ingat, di tahun 2014, kita masih di angka 37 persen. Kemudian, selama 9 tahun, turun menjadi 21 persen. Memang kemarin turunnya kecil, hanya 0,1 persen. Tapi, apa pun kerja keras dan usaha yang telah dilakukan oleh daerah, oleh posyandu harus kita hargai,” ujar Jokowi.

Harus Berlanjut

Menurunnya angka prevalensi stunting juga disyukuri Wakil Presiden sekaligus Ketua Pengarah Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), KH Ma’ruf Amin.

Baca juga : UU Kesehatan, Kado Istimewa Buat Rakyat

Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Stunting 2024 di Jakarta, Rabu (4/9/2024), Ma’ruf menyebut Indonesia banyak mencatat kemajuan dalam program percepatan penurunan stunting selama lima tahun terakhir.

Angka prevalensi stunting turun dari 30,8 persen pada tahun 2018 menjadi 21,5 persen pada tahun 2023. Dengan kata lain, dalam lima tahun, angka prevalensi stunting turun 9,3 persen atau rata-rata 1,85 persen per tahunnya.

Adsense

“Penurunan ini 1,5 kali lebih cepat dibanding periode 2013-2018,” tutur Ma’ruf.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense