BREAKING NEWS
 

Manfaatkan Potensi Teknologi

Pendidikan & Pangan Didorong Gunakan AI

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : ACHMAD ALI FUTHUHIN
Senin, 23 Desember 2024 07:30 WIB
Menteri Komunikasi dan Digi¬tal (Menkomdigi) Meutya Hafid (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang kian pesat bakal dimanfaatkan untuk berbagai sector

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menyatakan, Pemerintah bakal memprioritaskan potensi AI untuk lima sektor.

Menteri Komunikasi dan Digi­tal (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebutkan lima Prioritas Strategi AI Nasional yang telah disusun.

Semuanya mencakup sektor Pendidikan yang fokus pada talenta, Smart Cities Mobility, Layanan Kesehatan, Refor­masi Birokrasi dan Keamanan Pangan.

“Dalam bidang pendidikan talenta, AI diterapkan melalui pembelajaran adaptif yang diran­cang sesuai dengan kebutuhan individu,” ujar Meutya dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu (22/12/2024).

Eks anggota DPR ini mengatakan, di sektor pendidikan untuk talenta, salah satu yang telah ditetapkan adalah metode self-paced learning dengan micro skill.

Metode ini memungkinkan masyarakat mengakses materi pelatihan secara fleksibel dan mudah melalui platform online.

Baca juga : Perindo & Hanura Siap Berkolaborasi

“Ini juga salah satu Prioritas Strategi AI Nasional adalah melahirkan talenta digital AI,” ungkapnya.

Dalam pemanfaatan selanjut­nya, untuk Smart Cities Mobility atau pengembangan kota pintar yang juga dianggap penting. Nantinya ini akan menjadi per­hatian utama dengan integrasi data dan pengelolaan lalu lintas berbasis AI.

Meutya mencontohkan Kota Bandung sebagai salah satu kota di Indonesia yang telah berhasil mengoptimalkan layanan publik secara digital.

Pencapaian kota Bandung menjadi kota cerdas bahkan diakui oleh internasional.

“Untuk smart city ini juga kami sudah bekerja sama dengan ITB untuk analisa terhadap kota-kota yang sudah menjalankan pelayanan berbasis digital,” jelasnya.

Untuk sektor kesehatan, Meutya mengatakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah menerapkan AI sejak beberapa waktu lalu. Melalui AI, akses layanan dapat diperluas dan meningkatkan akurasi diagnosa.

Adsense

“Teknologi ini memungkinkan pendeteksian dini penyakit serta efisiensi dalam manajemen Rumah Sakit,” tuturnya.

Baca juga : Paslon 02 Bawa 30 Bukti Pelanggaran Pilbup Bogor

Menurutnya, penerapan model 4P dalam layanan kesehatan yakni prediktif, pencegahan, partisipatif dan personal. Model tersebut meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan aksesibilitas bagi masyarakat Indo­nesia.

Sementara pada prioritas Reformasi Birokrasi, AI menjadi motor perubahan. Menurutnya, beberapa lembaga pemerintahan telah mengimplementasikan proses pengolahan data berbasis AI yang menunjukkan pengurangan waktu dan biaya opera­sional secara signifikan.

Selain itu, di kuartal 2025, pihaknya juga akan melun­curkan SPBE Digital sebagai layanan terintegrasi lintas ke­menterian.

“Di Kementerian Komdigi khususnya dalam melaksanakan pengawasan terhadap konten negatif juga sudah menggunakan AI,” jelasnya.

Sementara prioritas kelima, yakni Keamanan Pangan, meru­pakan salah satu arahan penting Presiden Prabowo Subianto.

Meutya menjelaskan, keamanan pangan dengan optimalisasi siklus hidup pangan dan pengelolaan lahan pertanian melalui prediksi iklim dan cuaca, proyeksi rantai pasok makanan dan logistik, serta peningkatan kualitas benih dan panen untuk mendukung ketahanan gizi na­sional.

“Ini sektor yang kami ingin dorong agar pengembangan pe­manfaatan AI bisa diprioritaskan di awal,” ungkapnya.

Baca juga : Polisi Harus Usut Tuntas Kasus Upal

Tentu AI akan terasa di segala lini, tapi kalau boleh memilih, fokus dulu yang perlu disiap­kan, di antaranya terkait dengan ketahanan gizi nasional.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, pemanfaatan AI harus diperluas.

Dalam pembangunan infra­struktur nasional untuk ketahanan pangan memang harus menjadi prioritas.

“Penggunaan AI akan kami perluas. Untuk fokus sekarang prioritasnya adalah ketahanan pangan,” ungkapnya.

Dia menilai, untuk meman­faatkan AI secara maksimal masih ada tantangan yang harus diselesaikan.

Di antaranya, kesiapan in­frastruktur digital, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) serta regulasi yang belum me­madai. Soal regulasi, pihaknya masih berkoordinasi dengan kementerian lainnya.

“Masih kami bahas dan terus sinkronkan kebijakannya ke depan seperti apa untuk penggunaan AI lebih luas,” tandas­nya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense