BREAKING NEWS
 

Luncurkan Immunotherapy Nusantara Dan DSA

Sjafrie: Terbuka Untuk Umum, Tak Hanya TNI

Reporter : ALFIAN SIDIK
Editor : WIDIA SAPUTRA
Selasa, 11 November 2025 06:45 WIB
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin (tengah) bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto (kiri) dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Kesehatan dr. Terawan Agus Putranto, saat peresmian layanan Immunotherapy Nusantara by Terawan di Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Soedirman, Jakarta, Senin (10/11/2025). (Foto: Putu Wahyurama/Rakyat Merdeka).

RM.id  Rakyat Merdeka - Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Soedirman resmi membuka dua layanan unggulan: Immunotherapy Nusantara dan Digital Subtraction Angiography (DSA).

Dua inovasi medis karya anak bangsa ini diresmikan langsung oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Senin (10/11/2025), dengan mandat khusus dari Presiden Prabowo Subianto kepada Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Terawan Agus Putranto sebagai pemimpin pengembangannya.

Rumah sakit milik Kementerian Pertahanan (Kemhan) itu kini menjadi pusat pelayanan medis berteknologi tinggi.

Baca juga : Tentang Maklumat, Prabowo Menginginkan Kader Gerindra Kompak

“Hari ini kita menyaksikan dimulainya immunotherapy nusantara dan DSA di RSPPN Panglima Besar Soedirman. Bapak Presiden menugaskan Prof. Terawan sebagai Penasihat Presiden Bidang Kesehatan untuk memimpin bagian imunoterapi dan DSA di rumah sakit ini,” ujar Sjafrie.

Dalam kesempatan itu, Sjafrie turut menjadi peserta pertama uji layanan immunotherapy nusantara. Dia menjalani tahap awal dengan pengambilan darah sebanyak 40 cc untuk kemudian diolah di laboratorium.

“Setelah tujuh hari hasilnya akan disuntikkan kembali. Semoga membawa berkah bagi semua, menjaga kesehatan agar tetap bisa melanjutkan tugas,” katanya.

Baca juga : Golkar Jabar: Prabowo Torehkan Sejarah Baru

Mantan Kepala Pusat Penerangan TNI itu menegaskan, layanan immunotherapy nusantara dan DSA terbuka bagi masyarakat umum, bukan hanya bagi prajurit TNI. Dia berharap, inovasi ini dapat menjadi alternatif terapi bagi berbagai kelompok usia.

“Kami harapkan layanan ini memberi manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama yang berusia lanjut. Tapi tadi Prof. Terawan menjelaskan, bahkan usia 25 tahun pun bisa terkena Alzheimer. Jadi, menjaga kesehatan itu mutlak bagi semua,” katanya.

Sjafrie juga membuka peluang memperluas layanan ini ke rumah sakit TNI di daerah. “Ilmu ini dimiliki anak bangsa, Pak Terawan. Dengan kaderisasi yang dilakukan, pelayanan ini akan berkembang ke rumah sakit TNI di berbagai daerah,” ucapnya.

Adsense

Baca juga : Pemerintah Perkuat Daya Saing Industri Baja Lokal

Terawan menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemhan terhadap peluncuran layanan tersebut. Dia memastikan seluruh prosedur immunotherapy nusantara dan DSA sudah siap diterapkan kepada masyarakat luas.

“Terima kasih kepada Bapak Menhan yang telah meresmikan layanan immunotherapy nusantara dan DSA. Prosesnya sudah berjalan hari ini, baik di ruang DSA maupun di laboratorium imunoterapi. Semuanya sudah siap untuk melayani masyarakat,” ucapnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense