RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, menghadiri Dialog Perhajian dan Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN), di Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenhaj Provinsi Bengkulu, Rabu (10/12/2025). Acara ini diikuti pejabat Kanwil, para Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten/Kota, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), organisasi masyarakat Islam seperti Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama, Perti, Aisyiyah, dan Muslimat NU, serta pimpinan KBIHU, PPIU, PIHK, dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Dahnil, Pakaian Sarung Lengkap (PSL), menyampaikan apresiasi dan syukur bisa bersilaturahmi dengan ASN dan seluruh peserta. Dia menjelaskan, PSL digunakan setiap Kamis serta pada acara resmi di Kemenhaj. Menurutnya, PSL bukan hanya seragam, tapi simbol identitas Kemenhaj yang terinspirasi dari gaya para pendiri bangsa seperti HOS Cokroaminoto, KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asy’ari, hingga H. Agus Salim.
Ia menyebut, generasi pendiri bangsa menggunakan busana sebagai simbol modernitas, intelektualitas, perlawanan, dan kebanggaan nasional. “Presiden Prabowo juga sangat menaruh perhatian pada bahasa publik melalui simbol busana sebagai representasi nilai dan karakter kepemimpinan,” ucapnya.
Baca juga : Dukung Ketahanan Bisnis, Peruri Komit Transformasi Dan Keberlanjutan
Dahnil menegaskan, penyelenggaraan haji di era Kemenhaj tidak hanya dimaknai sebagai ritual, tapi juga simbol kebangsaan dan perubahan. Ia mencontohkan para haji pendiri bangsa yang membawa semangat perjuangan dan modernitas. Ia lalu memaparkan tiga arah sukses penyelenggaraan haji: sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi haji, serta sukses peradaban dan keadaban.
Pada aspek ritual, Kemenhaj berkomitmen membangun kultur meritokrasi dengan menempatkan kompetensi dan integritas sebagai dua syarat utama bagi seluruh sumber daya manusia (SDM) Kemenhaj. “Ini fondasi agar layanan haji makin profesional,” katanya, dalam keterangan resmi Kemenhaj, Kamis (11/12/2025).
Dahnil juga mengungkap masih adanya praktik rente dan asimetri informasi dalam pengelolaan layanan haji, termasuk potensi manipulasi di rantai layanan dan perdagangan kuota jemaah. “Presiden Prabowo memerintahkan agar seluruh praktik tersebut dibersihkan sampai ke akar, meski memunculkan resistensi dan fitnah,” tegasnya. Transformasi ini harus menjadi ikhtiar bersama hingga level provinsi dan kabupaten/kota.
Baca juga : Wamen Christina: Politeknik Ben Mboi Wujud Afirmasi Presiden Prabowo
Dalam kesempatan itu, Wamenhaj memaparkan kebijakan baru pemerataan masa tunggu yang menetapkan rata-rata nasional menjadi 26 tahun. Kebijakan ini menjadi koreksi atas ketimpangan masa tunggu antardaerah, termasuk Bengkulu yang sebelumnya bervariasi dari 13 sampai 35 tahun. Ia meminta Kanwil dan para Kakan Kemenhaj memastikan masyarakat memahami kebijakan ini secara utuh.
Selain itu, Kemenhaj tengah merumuskan penguatan ekosistem ekonomi haji, termasuk rencana mengubah Asrama Haji menjadi Hotel Haji melalui kolaborasi pemerintah dan swasta. Hotel Haji nantinya tidak hanya melayani jemaah haji, tetapi juga umrah dan kegiatan ekonomi keumatan.
Untuk merawat kemabruran dan kebermanfaatan jemaah, Dahnil menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan oleh Direktorat Jenderal Bina Haji dan Umrah. “Haji dan Umrah harus menjadi simbol kebangsaan. Ini era kebangkitan para haji-haji Indonesia,” tandasnya.
Baca juga : Angkutan Sekolah Gratis Di Tulungagung: Transportasi Aman, Pendidikan Terjangkau
Ia menutup dengan ajakan kepada seluruh elemen perhajian di Bengkulu untuk berjalan bersama memperkuat integritas dan menghadirkan penyelenggaraan haji yang melayani, adil, dan memuliakan jemaah.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi Bengkulu, Intihan, memastikan sosialisasi kebijakan pemerataan masa tunggu dilakukan intensif bersama tokoh lintas ormas dan masyarakat. Ia menyebut kebijakan ini sebagai langkah keadilan jangka panjang yang positif dan konstruktif bagi seluruh provinsi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.