RM.id Rakyat Merdeka - Paguyuban Narasraya Raksaka Indonesia (NRI) menyiapkan Forum Group Discussion (FGD) Nasional yang mempertemukan para ajudan dan kepala bagian protokol kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah dari seluruh Indonesia.
Forum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga dirancang sebagai wadah membahas pengembangan karier dan peluang usaha setelah purna tugas.
FGD Nasional bertajuk "Menembus Batas Purna Tugas: Kesiapan Bisnis dan Transisi Karier Ajudan Kementerian/Lembaga" akan digelar pada Sabtu, 8 Agustus 2026 di RA Suites Hotel, Jakarta Selatan, dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Baca juga : Hari Anak Nasional 2026, Prudential Syariah Dorong Masa Depan Anak
Berbeda dengan seminar pada umumnya, forum ini dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan kepala bagian protokol, ajudan aktif, ajudan purnatugas, perwakilan pemerintah provinsi, praktisi, akademisi, dan pelaku usaha.
Fokus pembahasannya adalah menyiapkan masa depan para ajudan dan pejabat protokol setelah mengakhiri pengabdian di lingkungan pemerintahan.
Ketua Umum Narasraya Raksaka Indonesia, Suparjo, yang pernah menjadi ajudan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada Kabinet Indonesia Bersatu I (2004–2009), saat dijabat Boediono dan Sri Mulyani, menegaskan bahwa pengalaman seorang ajudan maupun kepala bagian protokol merupakan modal kepemimpinan yang sangat berharga dan tidak boleh berhenti ketika memasuki masa purna tugas.
Baca juga : UNAS Gelar Talkshow Nasional, Bahas Peran Ilmu Sosial Menuju Indonesia Emas 2045
Menurutnya, pengalaman mengelola pimpinan negara, membangun koordinasi lintas instansi, menjaga integritas, serta mengambil keputusan dalam situasi strategis merupakan kompetensi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan baru di bidang kewirausahaan, kepemimpinan, maupun pengembangan organisasi.
FGD Nasional ini akan menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki pengalaman di bidang kepemimpinan, keprotokolan, kewirausahaan, dan pengembangan sumber daya manusia.
Berbagai topik akan dibahas, mulai dari sinergi antara protokol dan ajudan, pemanfaatan modal sosial serta jejaring profesional, hingga strategi membangun bisnis dan karier setelah purna tugas.
Baca juga : FBS UNAS Gelar Seminar Nasional Menelaah Jejak Kepahlawanan Sutan Takdir Alisjahbana
Selain menjadi ruang berbagi pengalaman, forum tersebut diharapkan melahirkan gagasan dan rekomendasi strategis yang dapat menjadi pijakan dalam membangun ekosistem pembinaan karier yang berkelanjutan bagi komunitas ajudan di Indonesia.
Panitia menyampaikan antusiasme terhadap kegiatan ini terus meningkat. Kehadiran peserta dari berbagai kementerian, lembaga negara, pemerintah daerah, serta ajudan lintas periode kabinet diproyeksikan menjadikan forum ini sebagai momentum penting untuk memperkuat jejaring profesional sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
"Ini bukan sekadar FGD. Ini adalah awal dari sebuah gerakan bersama untuk menyiapkan masa depan para ajudan dan kepala bagian protokol agar tetap produktif, adaptif, dan terus memberi kontribusi bagi bangsa," demikian semangat yang diusung Narasraya Raksaka Indonesia dalam penyelenggaraan forum tersebut.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.