RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat sinergi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mempercepat penyediaan listrik bagi sekolah yang menjalankan Program Digitalisasi Pembelajaran, termasuk di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menerima Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung di Jakarta, Selasa (1/9/2026). Pertemuan tersebut membahas dukungan kelistrikan sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto.
Fajar mengatakan ketersediaan listrik menjadi bagian penting dalam memastikan perangkat digital di sekolah dapat digunakan secara optimal. Menurutnya, distribusi perangkat harus berjalan beriringan dengan kesiapan infrastruktur pendukung.
“Pak Menteri Abdul Mu’ti terus mengingatkan agar digitalisasi pembelajaran tidak berhenti pada distribusi perangkat, tetapi benar-benar memperluas akses dan meningkatkan mutu pembelajaran,” ujar Fajar.
Baca juga : Wamen ESDM Resmikan Proyek Gasifikasi Batubara Di Kaltim, Buka Jalan Hilirisasi
Pada 2026, kebutuhan Papan Interaktif Digital (PID) mencapai sekitar 713 ribu unit dengan kebutuhan daya 2.200 hingga 3.500 VA. Berdasarkan hasil verifikasi Kemendikdasmen, terdapat 227.365 satuan pendidikan yang membutuhkan dukungan kelistrikan, terdiri dari 26.162 penyambungan baru dan 201.203 penambahan daya.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 9.544 satuan pendidikan belum dapat dilayani jaringan PLN yang tersedia. Pemerintah menyiapkan sejumlah alternatif sesuai karakteristik wilayah, termasuk pemanfaatan tenaga surya berbasis baterai dan sistem off-grid.
Wamen ESDM Yuliot Tanjung mengatakan kebutuhan listrik untuk mendukung digitalisasi pembelajaran dapat disinergikan dengan Program Listrik Desa (Lisdes) Kementerian ESDM. Sinergi tersebut dinilai dapat mempercepat penyambungan listrik sekaligus mengoptimalkan program yang telah berjalan.
“Kita menyinergikan Program Listrik Desa dengan kebutuhan digitalisasi pembelajaran. Sampai 2029 kami menargetkan seluruh desa di Indonesia teraliri listrik,” kata Yuliot.
Baca juga : CKG Mulai Dirasakan, Wamen Fajar: Anak Sehat Siap Belajar
Menurut Yuliot, sarana pendidikan yang membutuhkan percepatan penyambungan dapat menjadi bagian dari prioritas melalui koordinasi antarkementerian dan lembaga. Dengan cara tersebut, kebutuhan listrik sekolah dapat ditangani lebih cepat.
Fajar menyambut baik dukungan Kementerian ESDM dan PLN. Ia optimistis kerja sama tersebut dapat mempercepat pemerataan akses energi sekaligus memastikan digitalisasi pembelajaran menjangkau sekolah di pelosok.
“Kami optimistis, dengan sinergi yang baik, target ini dapat kita capai lebih cepat. PHTC Presiden Prabowo akan semakin menjangkau pelosok negeri sehingga anak-anak di daerah 3T memperoleh kesempatan yang sama untuk menikmati transformasi pembelajaran,” tuturnya.
Dalam pertemuan tersebut, Fajar didampingi Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Gogot Suharwoto, Sekretaris Ditjen PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Eko Susanto, Sekretaris Ditjen Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Suparto, serta Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Kurniawan.
Baca juga : Revitalisasi SMKN 1 Sinabang Perkuat Akses Pendidikan Vokasi di Simeulue
Sementara Yuliot didampingi Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Ditjen Ketenagalistrikan Havidh Nazif dan Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero) M. Fahrur Rozy.
Sinergi Kemendikdasmen, Kementerian ESDM, dan PLN diharapkan membuat pemerataan akses listrik dan transformasi digital pendidikan berjalan beriringan. Dengan begitu, manfaat program pemerintah dapat dirasakan lebih luas hingga sekolah-sekolah di pelosok Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.