Sebelumnya
Direktur eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya memprediksi, kemarahan Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna ini berujung perombakan kabinet dalam waktu dekat. Sebab, sangat jarang Presiden Jokowi memberikan kode sekeras itu. “Jarang-jarang lho Jokowi kasih kodenya se-eksplisit dan sekeras ini. Bisa-bisa sebelum pidato 16 Agustus ini kejadian,” katanya, melalui akun Twitter @yunartowijaya.
Apalagi, ulas dia, video ini menjadi lebih menarik saat Setkab memutuskan mempublikasikannya ke masyarakat. Padahal, di dalamnya, terdapat momen di mana Jokowi marah besar dan melon tarkan ancaman reshuffle. “Marah yang disimpan internal dengan yang dibuka ke publik, ya jelas beda makna nya,” cetus pria akrab akrab disapa Toto.
Baca juga : Jengkel Lihat Kinerja Pembantunya, Jokowi Ancam Reshuffle Kabinet dan Bubarkan Lembaga
Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menganggap, sudah seharusnya Presiden marah. Karena kinerja menterinya jauh dari yang diharapkan. Terlebih, Presiden sempat mendapat serangan politik karena Perppu yang dikeluarkan. “Saya teringat Presiden marah dan komplain mengenai serapan bansos yang cuma sekitar 15 persen. Padahal dananya sudah ada. Masa tidak berhasil diimplementasikan. Saya kira itu yang membuat presiden mengira jajarannya masih berpikir biasa,” ulasnya.
Dengan diunggahnya video kemarahan Jokowi itu, Qodari menduga banyak menteri yang dagdigdug. Mereka tidak akan tenang. Sebab, Jokowi sudah menunjukkan kemarahannya di depan publik.
Baca juga : Bersama Mensos, Ketua MPR Serahkan Bantuan Sembako ke Para Veteran
Menurut dia, ini masalah besar yang dihadapi para menteri. Mengingat, Presiden sudah memberikan arahan dan permintaan, namun belum bisa diimplementasikan pembantunya. Sehingga jalan terakhirnya adalah reshuffle. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.