RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo prihatin melihat maraknya aksi demonstrasi besar-besaran yang terjadi belakangan ini.
Dia khawatir, aksi itu akan diikuti oleh melonjaknya angka positif Corona klaster keluarga. Doni mengingatkan seluruh lapisan masyarakat agar berupaya mencegah terjadinya kerumunan dalam jumlah besar.
Pasalnya, hal itu rentan terjadi penyebaran Covid-19. Sebab, bisa saja di antara masyarakat yang berkumpul itu ada yang positif Covid-19. Pada interaksi yang sangat dekat, itu sangat berisiko menular kepada yang lain.
Baca juga : Jokowi Tidak Berubah Sikap
“Secara tidak sadar kita tertular Covid-19 saat aksi demo, kemudian kita membawanya ke rumah dan menularkannya kepada keluarga kita.
Risikonya besar untuk mereka yang di rumah dan punya komorbid,” ujar Doni saat diskusi di Graha BNPB, Jakarta.
Karenanya, selaku Ketua Satuan Tugas, Doni mengajak seluruh komponen masyarakat, seluruh pimpinan dan lapisan, baik di pusat maupun daerah, memperhatikan protokol kesehatan.
Baca juga : GMNI Siap Gugat Undang-Undang Cipta Kerja Ke Mahkamah Konstitusi
Jangan sampai membiarkan terjadinya kerumunan yang berdampak pada keselamatan.
Menurutnya, sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kedaruratan Kesehatan, bahwa dalam kondisi kedaruratan kesehatan, ketentuan tentang protokol kesehatan harus dipatuhi oleh seluruh komponen bangsa.
Dia menegaskan, salah satu protokol kesehatan yang harus dipatuhi adalah 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta mencuci tangan dengan sabun.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.