BREAKING NEWS
 

Diminta Presiden Beresin UU Pembangunan Ibu Kota Negara

DPR Masih Ragu Dari Mana Duitnya

Reporter & Editor :
APRIANTO
Kamis, 25 Maret 2021 07:20 WIB
Ilustrasi desain ibukota baru. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagyo pesimis terhadap pembangunan IKN di Kalimantan Timur. Menurutnya, realiasi RUU IKN takkan bisa dilakukan dalam waktu dekat.

Dia juga tak yakin pembangunan IKN bisa terealisasi pada tahun 2023. Realisasi pembangunannya akan terbentur di anggaran. “Anggarannya dari mana? BUMN juga sudah melet semua,” kata Agus kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Meskipun skema pembiayaan belum jelas, Agus yakin, RUU IKN segera disahkan menjadi undang-undang oleh DPR. Mengingat saat ini di DPR sudah tak ada lagi perlawanan terhadap Pemerintah.

Baca juga : Banggar DPR: Anggaran Pembangunan Ibu Kota Negara Baru Belum Dibahas

“Enggak ada lagi sekarang yang namanya oposisi,” cetusnya.

Namun, dia mengingatkan, pemerintah untuk tidak melanjutkan pembangunan IKN di tengah kondisi pandemi Covid-19. Jangan sampai, anggaran yang minim sekarang ini justru dihambur-hamburkan untuk hal yang tidak perlu.

Sebelumnya, Deputi Bidang Pengembangan Regional, Badan Perencanaan Nasional (Bappenas), Rudy Soeprihadi Prawiradinata mengatakan, pembangunan IKN bisa didanai Sovereign wealth fund (SWF) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI). Namun, pengelolaannya ini perlu dikolaborasikan antara badan otorita dan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) Indonesia.

Baca juga : 2024, Presiden Bisa Upacara HUT Kemerdekaan Di Ibu Kota Negara Baru

Pemerintah, lanjut Rudy, menargetkan pembahasan RUU IKN ini bisa selesai dalam waktu 6 bulan. Pembahasan ini pun bisa dilakukan secara paralel dengan pembangunan IKN yang sifatnya kebutuhan dasar.

“Ini bisa berjalan paralel dengan pembangunan yang bisa dilakukan yang sifatnya kebutuhan dasar,” kata Rudy.

Dalam pembangunan IKN ini juga tidak akan banyak menggunakan dana APBN. Porsi APBN dalam pembangunan IKN ini hanya sekitar 20 persen. Sementara sisanya berasal dari para investor, baik dari perusahaan BUMN, investor lokal maupun investor asing. “Nanti dibagi ada yang investor lokal dan investor luar negeri,” kata dia.

Baca juga : KPK, Kenapa Masih Umpetin Tersangka Kasus Sarana Jaya

Kebingungan DPR soal sumber duit untuk bangun IKN juga dirasakan warga dunia maya. Banyak netizen yang bingung, duit dari mana yang akan dipakai pemerintah untuk bangun IKN yang anggarannya tidak sedikit.

“Duit dari mana ni? APBN aja defisit, terus mau bangun proyek gede gitu. Gimana sih kalian?” cuit akun @SiAndi_. “Buat makan aja ngutang bos, lupakan IKN. Ada-ada saja kau ini,” timpal akun @adit1285638. “Kacau semua..cegah dong. Lagian kalau mau bangun ibukota wajib APBN semua. Jangan sampai diobok-obok asing,” ujar akun @josc716. [QAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense