RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mendorong berbagai macam produk fashion muslim bisa berkolaborasi dengan lima Destinasi Super Prioritas. Sehingga para wisatawan bisa berbelanja busana muslim dengan ciri khas kedaerahan yang berkualitas.
Menurutnya, kolaborasi produk fashion muslim dengan destinasi wisata mampu membangkitkan ekonomi secara luas. Khususnya di tingkat ekonomi terkecil. Terlebih, kearifan lokal yang lekat dengan kebudayaan daerah dinilai mampu menarik perhatian pengunjung.
"Kami ingin produk-produk ekonomi kreatif Indonesia bersama muslim fashion ini hadir di lima destinasi super prioritas dan saling menginspirasi. Jadi datang ke destinasi wisata dan pengunjung bisa dapat produk-produk berkualitas dan berkearifan lokal sesuai dengan destinasi super prioritasnya," kata Sandi dalam keterangannya, Kamis (26/8).
Baca juga : Airlangga Dorong Pemulihan Ekonomi Berbasis Riset Dan Inovasi
Sandi mengatakan, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, industri fashion muslim sangat menjanjikan untuk dikembangkan di pasar internasional. Pun, produsen dan juga pelaku usaha fashion muslim terus meningkat sehingga membuka peluang untuk terus berkembang dengan melakukan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi.
"Kami melihatnya ini sangat menjanjikan, industri fashion muslim dan kita memiliki produk-produk yang beraneka ragam," ujar mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.
Sandi juga mengajak seluruh komunitas dan asosiasi fashion muslim untuk bersinergi dengan Kementeriannya. Tujuannya untuk mewujudkan Indonesia menjadi kiblat fashion muslim dunia.
Baca juga : Hasil Liga Italia: Mou Bawa AS Roma Menang, Juve Ditahan Udinese
"Kalau bicara fashion muslim dunia mestinya kiblatnya di Indonesia dan jangan sampai kita memberikan kesan kita hanya pasar. Tetapi kita juga pemain, bukan penonton," sebut Sandi yang biasa disapa Mas Menteri itu.
Kemenparekraf juga berupaya untuk selalu mendukung industri fashion muslim dengan berbagai arah kebijakan.
"Kita menyadari pemerintah harus hadir dengan kebijakan kalau ada sedikit anggaran untuk membantu dan kemampuan kita untuk mendorong terciptanya ekosistem," tuturnya memberi harapan. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.