BREAKING NEWS
 

Peringatan Hari Rabies Dunia Jadi Momentum Edukasi Masyarakat

Reporter : HAIKAL AMIRULLAH
Editor : FAQIH MUBAROK
Jumat, 8 Oktober 2021 16:29 WIB
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Nasrullah saat peringatan World Rabies Day. (Foto: Ist)

 Sebelumnya 
Vaksinasi Hewan

Direktur Jenderal PKH Nasrullah menyampaikan, penyakit rabies ini umumnya ditularkan melalui gigitan dari hewan penular rabies terutama anjing. Rabies bisa sangat berbahaya dan mematikan pada manusia apabila tidak ditangani sesuai prosedur yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan.

"Maka memang perlu adanya edukasi kepada masyarakat terhadap penanganan rabies ini. Utamanya dengan memberikan vaksin hewan peliharaannya," kata Nasrullah.

Baca juga : Pasar Modal Indonesia Gelar Vaksinasi Di Manggarai Barat

Ia menambahkan, selain adanya hak masyarakat untuk memelihara anjing, masyarakat juga perlu diedukasi soal tanggung jawab dan kewajiban masyarakat untuk selalu memelihara hewannya dengan baik. Misalnya, tidak melepas anjingnya berkeliaran di luar rumah, melakukan registrasi/identifikasi dan mematuhi pelaksanaan vaksinasi.

Hal ini untuk memberikan hak kepada masyarakat luas agar hidup aman dan nyaman, bebas dari ancaman rabies meskipun terdapat hewan penular rabies disekitarnya.

Di sisi lain, ia tidak menampik jika pelaksanaan program pengendalian dan pemberantasan rabies saat ini masih dihadapkan pada beberapa tantangan besar. Pada awal 2019 lalu, wilayah tertular rabies bertambah dengan ditemukannya kasus rabies di Pulau Sumbawa-Provinsi NTB. Wilayah tersebut sebelumnya merupakan wilayah bebas historis terhadap rabies.

Baca juga : Menperin: SDM Jadi Tantangan Industri Batik

Ini adalah salah satu bukti bahwa rabies mengancam seluruh wilayah, sehingga semua pihak perlu melakukan tindakan pencegahan dan pengendalian yang maksimal.

"Sekali lagi kami sampaikan, salah satu komponen penting dalam upaya teknis yang dilakukan pemerintah dalam menanggulangi rabies adalah vaksinasi, dengan tujuan memberikan kekebalan pada hewan penular rabies," paparnya.

Untuk mendukung hal tersebut, setiap tahunnya Kementerian Pertanian telah mengalokasikan vaksin dan operasionalnya. Mengingat jumlah alokasi yang dilakukan masih terbatas, tentunya diperlukan komitmen dari masing-masing daerah untuk menghitung serta mengalokasikan tambahan vaksin sesuai kebutuhan untuk mengoptimalkan program vaksinasi.

Baca juga : PPN Sembako Dibatalin Kerek Daya Beli Masyarakat

Selain itu, perlu juga dilakukan penambahan petugas sebagai pejuang rabies dan penyakit hewan menular lain sehingga pelaksanaan kegiatan pemberantasan rabies dapat berjalan optimal.

"Komponen penting lain dalam suksesnya pelaksanaan pengendalian dan penanggulangan rabies adalah dengan pelaksanaan konsep One Health. Jadi, dalam menangani penyakit rabies dibutuhkan lintas multidisiplin ilmu dan multisektor," tandas Nasrullah. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense