BREAKING NEWS
 

Mengunjungi Korban kerusuhan Di RS Tarakan

Ada Lubang di Dada dan Kaki, Ada Yang Tulangnya Tembus

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : UJANG SUNDA
Kamis, 23 Mei 2019 11:51 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menengok korban kerusuhan di rumah sakit Tarakan, Rabu (22/5). (Foto: IG@aniesbaswedan).

RM.id  Rakyat Merdeka - Korban akibat kerusuhan aksi 22 Mei terus berjatuhan. Sebagian di antaranya dirawat di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat. Sampai kemarin, rumah sakit ini sudah merawat 120 korban. Dua di antaranya tewas karena tertembak peluru di bagian dada. Yang lainnya mengalami luka macam-macam. Ada yang tulangnya tembus, ada yang terluka di kaki.

Kerusuhan yang awalnya terjadi di depan Kantor Bawaslu dimulai sejak pukul 11 malam Selasa (21/5), merembet hingga ke kawasan Tanah Abang. Aksi saling serang terus berlanjut hingga pagi. Korban pun berjatuhan. Sebagian di antaranya dilarikan ke RS Tarakan yang berada di kawasan Tanah Abang.

Sejak pagi buta kemarin, rumah sakit ini sudah sibuk. Menurut petugas, korban mulai berdatangan sejak pukul 3 dinihari. Sebagian di antaranya datang dengan dibonceng tukang ojek online. Sampai siang, korban terus berdatangan.

Baca juga : Kantongi Dalang Kerusuhan, Wiranto Sebut Ada Preman Bayaran

Sejumlah pejabat seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan mendatangi lokasi. Anies tiba di lokasi sekitar pukul 08.25 WIB. Mantan Mendikbud ini langsung masuk ke ruangan tempat korban dirawat. Di belakangnya dokter dan perawat ikut mendampingi. Kepada petugas, Anies sempat mengobrol dan memberikan semangat. “Jangan banyak bergerak dulu, biar diurus dokter,” kata Anies.

Ketua MPR Zulkifli Hasan, juga mendatangi RSUD Tarakan. Zulkifli tiba pukul 15.30 WIB dan langsung menemui korban. Korban pertama yang dia temui adalah Warno. Seorang tukang ojek yang terkena peluru karet. “Bapak yang sabar dulu pak. Insya Allah sembuh dan percayakan pada dokter,” ujar Ketua Umum PAN ini.

Adsense

Kemudian dia menemui korban tembak lainnya, Fahri. Fahri terkena luka tembak di Masjid Al Ma’mur Tanah Abang. “Fahri yang sabar ini biaya rumah sakit sudah ditanggung Pemprov DKI. Percayakan pada dokter,” ujar dia. Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan mengatakan, beberapa korban yang dirawat di RUSD ada yang terkena peluru. Hanya saja dia tak bisa memastikan apakah korban penembakan dari peluru karet atau peluru tajam. 

Baca juga : Ini Kemudahan yang Ditawarkan Astra Infra bagi Pemudik di Jalan Tol Trans Jawa

Dia belum bisa memastikan karena korban yang tewas, enggan melakukan autopsi. Komnas HAM akan melakukan pengecekan ke sejumlah korban, serta berkoordinasi dengan petugas keamanan.
Humas RSUD Tarakan Reggy Sobari mengatakan, sejauh ini terdapat 120 pasien yang masuk ke rumah sakit akibat kerusuhan 22 Mei. Dua di antaranya meninggal karena luka di dada dan satu orang luka di leher.

Satu korban yang tewas bernama Adam Nooryan, usia 17 tahun, warga Tambora, Jakarta Barat. Terluka di bagian dada. Dari papan informasi yang disiapkan petugas, Adam disebutkan menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 05.15 WIB. Jenazah sudah dibawa pulang keluarga.

Sementara satu korban lagi belum diketahui. Jenazah yang terakhir itu yang akan diurus RS Bhayangkara Polri. Sementara itu, korban luka berat berjumlah 8 orang, sisanya luka ringan 79 orang. 
“Yang luka ringan sudah pulang,” kata Reggy. Luka berat yang dialami korban rata-rata berupa fraktur atau patah tulang di bagian tangan dan kaki.

Baca juga : Disambut Roti Dan Garam, Kim Jong-un Senang Tiba Rusia

Sementara itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan ada 6 korban yang tewas dalam aksi pada Selasa malam hingga Rabu pagi kemarin. Hanya saja, pihaknya belum mengetahui penyebab kematian tersebut.  “Kami akan mendalami kira-kira korban yang tertembak mungkin juga pelaku kerusuhan. Pada saat tertembak (ada) yang langsung menuduh (pelakunya) aparat pemerintah dan pihak keamanan yang melakukan tindakan tersebut,” kata Tito.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menegaskan, personelnya tidak menggunakan peluru tajam dalam menghadapi massa. Hal ini untuk mengonfirmasi kabar beredar di media sosial yang menyebutkan polisi menembak massa dengan peluru tajam. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense