RM.id Rakyat Merdeka - Kasus Covid-19 di Hong Kong yang membludak telah membuat rumah sakit atau RS kolaps. Menurut Konsulat Jenderal RI (KJRI) Hong Kong, tingkat keterisian tempat tidur sakit atau bed occupancy ratio atau BOR RS Hong Kong telah mencapai 450 %.
Akibatnya, di Carita Medical Center di Sham Shui Po, pasien terpaksa dibiarkan berbaring di tempat tidur, keleleran di luar ruangan dengan tenda terpal seadanya. Kejadian yang dialami pekerja migran juga bikin miris.
Baca juga : Pengusaha Waswas Omicron Meledak Di Bulan Ramadan
Dikutip dari Hong Kong Free Press (HKFP), Jumat, 18 Februari 2022, pekerja migran harus tidur di jalanan selama dua hari setelah mereka positif Covid-19 namun tidak bergela. Beberapa di antaranya terdapat pekerja migran Indonesia (PMI). Situasi mereka diperburuk dengan cuaca dingin, terkadang hujan di bawah suhu 15 derajat celsius.
Menanggapi kondisi tersebut, Jumat (18/2), Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Indonesia Judha Nugraha, mengatakan, 8 PMI yang kesulitan mendapat lokasi isolasi mandiri telah difasilitasi KJRI Hong Kong.
Baca juga : Yenny: Jangan Mudah Bilang Radikal-radikul
"KJRI Hong Kong terus memonitor kasus kasus Covid-19 yang menimpa WNI khususnya PMI," kata Judha.
"KJRI Hong Kong telah memfasilitasi tempat tinggal isolasi mandiri, memberikan bantuan logistik, memastikan akses layanan kesehatan bagi PMI berkoordinasi dengan otoritas kesehatan Hong Kong, dan mengingatkan kepada semua majikan dan agen untuk memastikan terpenuhinya hak-hak ketenagakerjaan PMI," terangnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.