BREAKING NEWS
 

Di Tengah Krisis

WNI Di Sri Lanka Sepakat Tidak Pilih Evakuasi

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Senin, 27 Juni 2022 12:53 WIB
Dubes RI untuk Sri Lanka dan Maladewa, Dewi Gustina Tobing (tengah) dalam diskusi dengan WNI di KBRI Colombo, Sri Lanka. (Foto RM/KBRI Colombo)

 Sebelumnya 
Saat ini KBRI menilai situasi masih terkendali untuk ketersediaan makanan, dan telah mengadakan pendataan untuk membantu WNI berpendapatan kecil yang mengalami kesulitan akibat kenaikan harga atau yang kehilangan pekerjaan.

KBRI belum memandang perlunya evakuasi wajib bagi WNI yang tinggal di Sri Lanka pada saat ini karena kebutuhan pokok masih terpenuhi. Meskipun bahan bakar dan gas rumah tangga mengalami kelangkaan, Pemerintah Sri Lanka tetap mengupayakan suplai terus berlangsung sehingga tidak terjadi kelangkaan dalam jangka waktu yang terlalu lama.

Dari hasil dialog terungkap bahwa para WNI umumnya masih dapat memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup secara layak dan sepakat dengan KBRI bahwa saat ini belum pada tahapan perlunya evakuasi. Terdapat Sebagian kecil WNI yang mengalami kesulitan yang telah dan akan terus dibantu KBRI.

Baca juga : Menteri Energi Sri Lanka Minta Rakyat Tinggalkan Pom Bensin

Hasil dialog juga mengungkap bahwa WNI umumnya masih dapat mengelola situasi krisis dan sebagian saling memberikan bantuan kepada WNI lainnya.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat yang telah membantu sesama WNI dan selanjutnya akan terus berkomunikasi dan membantu WNI yang sangat memerlukan bantuan,“ ucap Dubes Dewi.

KBRI  Colombo mencatat, Juni 2022, WNI di Sri Lanka berjumlah lebih dari 500 orang. KBRI juga mendukung dan membantu sepenuhnya bagi WNI yang memutuskan untuk sementara meninggalkan Sri Lanka karena krisis.

Baca juga : Nerrazurri Bakal Lepas Tiga Pilar

Dubes Dewi juga menyambut baik kedatangan perwakilan 200 orang WNI pekerja untuk proyek pengurukan sungai dan konstruksi pembangunan salah satu hotel di Colombo yang baru berlangsung selama 3 bulan.

 “Keberadaan 200 WNI pekerja konstruksi membuktikan bahwa pembangunan masih berjalan dan masih terbuka peluang mendatangkan tenaga kerja dari Indonesia meskipun Sri Lanka sedang alami krisis ekonomi,” papar Dubes Dewi.

Dialog interaktif Dubes RI dan WNI di Sri Lanka ditutup dengan doa dan harapan bersama agar situasi krisis dapat segera berakhir.***

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense