Sebelumnya
Pada 2018, Anwar bebas. Di Pemilu saat itu, Anwar berkoalisi dengan Mahathir untuk menjatuhkan Najib Razak. Setelah Pemilu, Mahathir menjadi Perdana Menteri dan istri Anwar, Wan Azizah, menjadi wakilnya. Mahathir berjanji akan mundur setelah dua tahun menjadi PM dan menyerahkan kursi Perdana Menteri ke Anwar. Namun, janji tersebut tak ditunaikan. Mahathir memang mundur, tapi koalisi dibubarkan, sehingga kursi Perdana Menteri berhasil diambil Muhyiddin Yassin pada 2020.
Pada Pemilu 2022, Mahathir, Muhyiddin Yassin, dan Anwar sama-sama maju. Anwar mendapat dukungan rakyat dan lolos ke parlemen. Sedangkan Mahathir harus gigit jari karena kalah dalam pemilihan.
Beberapa saat setelah dilantik, Anwar membagikan video di Instagram saat Presiden Jokowi menelepon untuk mengucapkan selamat kepadanya. "Pemerintah, atas nama seluruh rakyat Indonesia, saya ingin mengucapkan selamat atas terpilihnya Yang Mulia sebagai Perdana Menteri ke-10 Malaysia," kata Jokowi, dalam sambungan telepon tersebut.
Baca juga : Anwar Ibrahim Pamer Ditelepon Presiden Jokowi
Anwar pun menyampaikan terima kasih kepada Jokowi. Pemimpin Koalisi Pakatan Harapan itu mengatakan, Jokowi menjadi kepala negara yang pertama menghubunginya. "Terima kasih Presiden Indonesia Bapak Joko Widodo yang menjadi kepala negara pertama yang menghubungi saya mengucapkan tahniah," ujarnya.
Kepada Jokowi, Anwar juga menyampaikan bahwa Indonesia merupakan sahabat sejati. Dia pun berharap di bawah kepemimpinannya, hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia dapat ditingkatkan.
"Saya tegaskan, Indonesia merupakan sahabat sejati Malaysia dan saya mengharapkan hubungan dagang dan bisnis, investasi, budaya, dan isu pekerja dapat dipertingkatkan. Persahabatan kedua-dua semestinya diperkukuh," tutur dia.
Baca juga : Dilantik Jadi PM Malaysia, Anwar Didampingi Istri Dan 6 Anak, Nurul Izzah Ikut
Pendiri dan Ketua Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal menyebut, terpilihnya Anwar bisa semakin mengeratkan kerja sama antara Indonesia dan Malaysia. Pasalnya, Anwar merupakan sahabat Indonesia sejak lama. Di masa senang dan susah, Anwar tetap memiliki banyak teman di Indonesia.
Kata Dino, Anwar juga kerap datang ke Indonesia. Menjalin silaturahmi dengan para pemimpin politik maupun non-politik. Pemimpin di dalam pemerintahan maupun di luar pemerintahan.
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri itu menambahkan, terpilihnya Anwar juga jadi pertanda bahwa hubungan antara Indonesia dan Malaysia akan semakin dekat. "Saya tidak melihat adanya isu yang bakal mengganggu hubungan kedua negara di masa pemerintahan Anwar," ujar Dino.
Baca juga : Ayahnya Dilantik Jadi PM Malaysia Ke-10, Putri Anwar Ibrahim Curhat Begini
Mungkin, tantangannya akan lebih besar mengenai kawasan. Yaitu, bagaimana Indonesia dan Malaysia menangani berbagai masalah. Seperti krisis di Myanmar maupun krisis Rohingya, yang juga berdampak bagi Indonesia dan Malaysia. "Indonesia dan Malaysia tentu ingin mendorong krisis Myanmar bisa terselesaikan dan demokrasi dapat kembali berjalan," katanya.
Jadi, lanjutnya, Indonesia dan Malaysia perlu lebih memperkuat ASEAN. Apalagi Indonesia adalah Ketua ASEAN tahun depan. "Dan mungkin juga ada inisiatif global, yang Indonesia dan Malaysia bisa bekerja sama," tandasnya. [BCG/PYL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.