Sebelumnya
Bisa dijelaskan lebih lanjut?
Sebelum di Jakarta, saya sebelumnya bertugas di Malaysia. Saya adalah Duta Besar Rusia untuk Malaysia. Saya bertugas di sana ketika pesawat Malaysian Airlines MH17 ditembak di Ukraina.
Di malam hari, di hari penembakan itu, kami dituduh sebagai pelaku. Tak ada investigasi. Tidak ada bukti. Tapi semua media Barat mengatakan bahwa Rusia yang melakukannya.
Baca juga : Sung Y Kim, Dubes AS Untuk Indonesia: Biarpun Gugur, Setia Dukung AS
Pertanyaannya, mengapa kami menembak orang Malaysia? Malaysia adalah mitra kami. Warga Malaysia pun tidak pernah menuduh Rusia. Saya ada di sana. Saya menyaksikan semua. Tapi semua media Barat langsung menuduh Rusia
Contoh lainnya, soal kasus penggunaan senjata kimia. Sekitar empat atau lima tahun lalu, kami dituduh menggunakan senjata kimia novichok (senjata kimia generasi keempat dengan nama kode Foliant, merupakan racun saraf terkuat yang bisa diberikan dalam bentuk cairan, bubuk, maupun aerosol -red) terhadap dua orang di Inggris. Mereka menyebutnya mata-mata Rusia.
Tapi sebenarnya mereka adalah mata-mata Inggris. Salah satunya ditangkap di Rusia. Dipenjara. Lalu diampuni oleh presiden, dan tinggal di Inggris, saat Rusia dituduh mencoba membunuh mereka. Tidak ada bukti sampai sekarang. Lima tahun kemudian, kami tidak tahu di mana orang-orang ini. Mereka tidak pernah mati. Dan tidak ada bukti apa-apa.
Baca juga : Frisian Flag Indonesia Luncurkan Gerakan Sarapan Keliling Penuh Nutrisi
Tapi kalau dipikir-pikir, senjata kimia adalah senjata pemusnah massal. Mengapa Rusia ingin menggunakan senjata pemusnah massal untuk membunuh orang saja. Mengapa kami ingin membunuhnya? Dia ada di penjara Rusia selama lima tahun. Mengapa? Skemanya terlalu rumit untuk dilakukan. Lagi pula, kenapa kami harus memakai senjata kimia?
Sayangnya, orang-orang percaya. Karena mereka hanya melihat satu sisi. Mereka tidak memiliki informasi lain. Jika Anda memahami mengapa kampanye informasi ini dilakukan terhadap Rusia, maka menjadi jelas karena lagi-lagi dominasi Barat. Kami mendapat kesan bahwa Barat akan melakukannya karena semua perbedaan ideologis telah hilang.
Rusia telah meninggalkan ideologi komunis. Kami kini lebih “kapitalis”. Kita semua menganut pasar bebas. Mengapa Eropa dan Amerika Serikat tidak memperlakukan kami dengan setara? Mereka tidak ingin melakukan itu. Mereka tidak ingin memperlakukan kami sebagai pihak yang setara.
Baca juga : Peringati Bulan Bahasa, Pilih Kata Gemes
Mereka sebenarnya tidak ingin memperlakukan siapa pun sederajat. Kecuali Amerika Serikat, Uni Eropa, Kanada, Australia, Selandia Baru. Itu saja. Terlepas dari semua kata indah demokrasi, perdamaian. ***
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.