BREAKING NEWS
 

Pejuang Tak Kenal Lelah Melawan Terorisme Internasional (ISIS)

3 Tahun Syahidnya Jenderal Qasem Soleimani

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Kamis, 12 Januari 2023 12:21 WIB
Jenderal Qasem Soleimani dan Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran

 Sebelumnya 
Motif di balik teror Martir Soleimani berbeda-beda, yang terutama terkait peran Sang Jenderal dalam kemenangan Iran melawan AS di Timur Tengah dan hilangnya posisi AS sebagai satu-satunya aktor di kawasan tersebut serta meningkatnya peran Rusia dan China bersama Iran sebagai pusat perlawanan terhadap terorisme.

Jelas juga bahwa tindakan strategis Jenderal Soleimani membantu menghentikan aliran senjata AS dan rezim Penjajah al-Quds. Sebagai produsen senjata terbesar di dunia, AS membutuhkan tindakan kelompok teroris agar perdagangan senjatanya berhasil.

Baca juga : Salafi Jihadi

Dengan kekalahan berturut-turut teroris ISIS di Suriah dan Irak, yang dipimpin Jenderal Qasem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis, dan akibat runtuhnya perdagangan senjata, AS memutuskan membunuh Sang Jenderal, yang merupakan simbol dan poros perlawanan terhadap kelompok bersenjata ini.

Pembunuhan Jenderal Soleimani dan al-Muhandis di luar zona perang merupakan pelanggaran kedaulatan Irak; ini adalah tindakan terorisme negara yang jelas dan pelanggaran terhadap konvensi dan hukum internasional. Tindakan ini merupakan upaya sia-sia lainnya oleh AS dan mitranya untuk menghentikan "poros perlawanan".

Baca juga : Individualisme

Syahidnya Jenderal Soleimani dan al-Muhandis menunjukkan kepada dunia bahwa revolusi masih hidup dan akan menang. Juga, musuh bangsa Iran dipermalukan di depan kehebatan Jenderal Syahid Iran, yang disebut-sebut sebagai Syahid al-Quds dan tokoh kunci dalam strategi kemenangan melawan terorisme AS dan Israel.

Peran Jenderal Soleimani dalam perang melawan terorisme tidak hanya militer, tetapi ia juga memainkan peran politik yang penting. Pada 2015, ia meyakinkan Rusia untuk memasuki perang Suriah dalam aliansi tripartit Rusia, China, dan Iran untuk menangani kelompok teroris di Timur Tengah, serta dalam pelaksanaan latihan AL bersama di Laut Oman.

Baca juga : Antrean Panjang Dan Saldo Kartu Terpotong Dua Kali

Dia juga memainkan peran penting dalam mematahkan monopoli kehadiran AS di lautan wilayah tersebut dengan mengoordinasikan pelaksanaan latihan AL bersama di Laut Oman dan Samudera Hindia.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense