RM.id Rakyat Merdeka - 1000 Abrahamic Circles mengutuk aksi pembakaran Al Quran yang dilakukan politikus ekstremis Swedia Rasmus Paludan di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Turki, Stockholm, Sabtu (21/1).
Pembakaran Al-Qur'an yang dilakukan atas izin pemerintah setempat itu digelar, di tengah perjuangan Swedia meyakinkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Agar mendapat restu bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
“Mungkin, ada yang mengibaratkan aksi pembakaran itu sebagai teater politik. Tapi bagi 1,9 miliar umat Muslim, ini adalah tindakan penghinaan yang menyerang inti keyakinan,” demikian pernyataan resmi 1000 Abrahamic Circles yang antara lain diteken mantan Wakil Menteri Luar Negeri sekaligus Pendiri dan Ketua Foreign Policy Community Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal, Kamis (26/1).
1000 Abrahamic Circles menilai, aksi pembakaran kitab suci umat Islam itu telah membakar ikatan rapuh, yang selama ini menyatukan manusia dalam kedamaian dan harmoni.
Baca juga : Menag: Itu Jelas Teror Dan Tindakan Ekstrem
Menurutnya, setiap harapan untuk perdamaian dunia yang langgeng, harus berdiri di atas pilar kebebasan beragama. Serta sikap saling menghargai antar sesama pemeluk agama.
Pembakaran kitab suci apa pun, merupakan bentuk penodaan terhadap agama. Semua orang, beragama atau tidak, harus menghormati kitab suci.
Karena itu, 1000 Abrahamic Circles mengajak semua orang, untuk mengecam aksi keji tersebut. Setiap anggota masyarakat dari semua latar belakang agama dan budaya, harus menghormati semua agama, tempat ibadah, dan kitab suci.
Mereka meyakini, insiden itu menunjukkan ketahanan agama-agama Ibrahim.
Baca juga : Pembakaran Alquran Di Swedia, Bu Retno Bersuaralah
Dengan harapan yang paling tulus untuk perdamaian, 1000 Abrahamic Circles mengimbau Muslim sedunia, agar tidak terprovokasi oleh aksi Islamofobia ini. Karena dunia akan selalu berurusan dengan prasangka dan kefanatikan, dalam segala bentuk.
1000 Abrahamic Circles mengingatkan, kita masih punya banyak PR untuk membangun jembatan saling menghormati, serta memahami antar agama dan lintas batas.
“Kita akan terus membangun jembatan ini melalui itikad baik, toleransi dan solidaritas,” tegasnya.
1000 Abrahamic Circles adalah program lintas agama internasional yang bertujuan menghilangkan kefanatikan agama. Dengan mempererat persahabatan dan mengembangkan sikap saling menghormati antara pemuka agama Islam, Kristen dan Yudaisme di tingkat akar rumput.
Baca juga : Kemlu: Aksi Ini Menodai Toleransi Umat Beragama
Program tersebut diinisiasi oleh FPCI pada tahun 2017. ***
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.