BREAKING NEWS
 

JENESYS2022 For Young Journalists (2)

40 Persen Warga Nagano Di Atas 40 Tahun, Koran Lokal Laris

Reporter : PAUL YOANDA
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 28 Februari 2023 08:14 WIB
Peserta Japan-Indonesia Exchange for Young Journalists berpose di museum koran Shinano Mainichi Shimbun. (Foto Paul Yoanda/RM)

 Sebelumnya 
Dipandu Norio, para tim JENESYS2022 diajak naik satu lantai. Naik lift di kantor Shinano Mainichi Shimbun bisa jadi healing tersendiri bagi awak redaksi. Karena, lift-nya terbuat dari kaca tembus pandang. Sehingga bisa melihat pemandangan kota dan pegunungan yang mengelilingi Prefektur Nagano, yang saat itu masih tertutup salju.

Sampai di lantai berikutnya, Norio mengajak peserta ke ruang yang jadi semacam museum surat kabar tersebut. Di ruang yang berada di lorong lantai itu, dipajang sejumlah alat kerja seperti kamera, pakaian khusus wartawan saat harus meliput di lokasi tertentu, hingga koran terbitan pertama, tahun 1873.

“Di sini ada masker gas, dipakai saat wartawan kami meliput serangan gas sarin yang terjadi di Nagano pada 1994,” ujar Norio, menunjukkan benda yang dipajang di etalase kaca.

Baca juga : Gedung Pemerintah Metropolitan Tokyo Jadi Tempat Wisata Gratis

Tur berlanjut ke area lainnya. Tempat ratusan artikel dari surat kabar itu dipajang di dinding, telah berusia 1,5 abad. Tentu saja isinya macam-macam. Salah satu yang spesial adalah, berita-berita soal penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin Nagano 1998.

Sebagai surat kabar lokal, Shinano Mainichi Shimbun punya kebanggan tersendiri. “Kami merupakan media resmi saat penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin Nagano 1998,” ucap Norio.

Masih di lantai yang sama, Norio kemudian mengajak peserta ke ruangan yang cukup besar. Semacam ruang serbaguna. Di ruangan ini, Norio bersama wartawan Shinano Mainichi Shimbun, Takehana Atsumu, memberikan pemaparan mengapa koran lokak itu bisa tetap laris hingga saat ini, di tengah gempuran media digital.

Baca juga : Mauna Loa, Gunung Api Terbesar Di Dunia, Meletus Untuk Pertama Kalinya Dalam 40 Tahun Terakhir

Kata Norio, koran versi cetak bertahan tak terlepas dari minat baca warga Jepang yang tinggi.

“Warga Jepang terbiasa membaca koran pagi dan sore yang diantarkan dua kali sehari ke rumahnya,” tutur Norio.

Kebiasaan itu terutama dilakukan warga yang berusia di atas 40 tahun. Di prefektur itu, ada 40 persen warga yang berada di kisaran usia tersebut.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense