BREAKING NEWS
 

Dari Afrika Hingga Aussie

Demo Dukung Palestina Merdeka Kian Menggema

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 17 Oktober 2023 05:45 WIB
Demonstran membuka bendera Palestina raksasa dan meneriakkan slogan-slogan untuk mendukung Palestina selama demonstrasi pro-Palestina di Roma, Italia, 13 Oktober 2023. (Foto Anadolu Agency)

 Sebelumnya 
Di Inggris, 1.000 polisi dikerahkan demi menjaga demo di Downing Street. Salah satu tempat demo adalah kantor media BBC. Massa memprotes pemberitaan lembaga penyiaran publik itu terkait konflik Israel-Palestina.

Adsense

Di Swiss, demo digelar di dua kota besar, Bern dan Jenewa, Sabtu (14/10/2023). Di Jenewa sebanyak 6.000 orang turun ke jalan, sedangkan di Bern massa berjumlah 500 orang. Massa di dua kota besar itu menentang politik apartheid di Israel. Selain itu mereka mendesak blokade di Gaza oleh Israel segera dicabut.

Sementara puluhan ribu orang di Maroko, Minggu (15/10/2023), juga melakukan unjuk rasa untuk mendukung Palestina. Ini demonstrasi terbesar di Maroko sejak negara Afrika Utara itu menormalisasi hubungan dengan Israel pada 2020. Aksi demonstrasi sepanjang 2 kilometer itu digelar di Rabat, dimotori aliansi partai Islam dan koalisi sayap kiri.

Baca juga : Dukung Palestina Di PBB!

“Palestina harus merdeka,” sorak para demonstran yang mengibarkan bendera Palestina, memakai kaffiyeh (sorban khas Palestina), dan menyerukan dukungan mereka bagi Palestina untuk melawan penjajah.

“Kami meminta maaf kepada warga Gaza karena tidak bisa berbuat lebih selain melakukan unjuk rasa,” ujar Sheherazade Bekkari, peserta demo.

Di kawasan Asia, puluhan demonstran pro-Palestina berkumpul di Seoul, Korea Selatan, Selasa (10/10/2023) untuk mengecam Israel atas serangan di Jalur Gaza. Para pengunjuk rasa menyerukan solidaritas dengan warga Palestina dan penghentian pemboman udara Israel di Gaza.

Baca juga : Messi Turun, Argentina Menang Tipis Lawan Paraguay

Namun di Prancis, aksi dukung Palestina dilarang Pemerintah setempat. Sebuah aksi solidaritas Palestina yang diadakan di Paris, Kamis (12/10/2023), terpaksa dibubarkan polisi anti huru hara dengan gas air mata. Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerald Darmanin bahkan memerintahkan imigran yang melanggar aturan ini untuk dideportasi paksa.

“Mereka (demonstran pro-Palestina) menimbulkan gangguan terhadap ketertiban umum,” ucap Darmanin, pada Kamis (12/10/2023) melalui pernyataan dikutip Reuters, Jumat (13/10/2023).

Perang antara Israel dan Hamas pecah sejak sepekan lalu. Akibat perang itu, setengah penduduk Gaza meninggalkan rumahnya. Menurut PBB, jumlah korban pihak Palestina dan Israel saat ini telah melampaui perang Israel dan Palestina pada 2014. Ketika itu perang berlangsung selama enam minggu, menewaskan 2.251 warga. Termasuk 1.462 warga Gaza, dari pihak Israel, 74 orang tewas.

Baca juga : Launching 24 Warna Healing, Avian Brands Dukung Kampanye Kesehatan Mental

Dalam perang kali ini, korban tewas antara Hamas Palestina dan Israel telah mencapai 4.138 orang per Minggu (15/10/2023) malam. Catatan Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza menyebut, sejak 7 Oktober lalu sekitar 2.670 orang tewas. Sebanyak 9.600 orang lainnya terluka di wilayah tersebut. Sementara militer Israel melaporkan korban tewas dari pihaknya juga bertambah menjadi total 1.400 orang per hari Minggu. Sedangkan 3.418 orang lainnya terluka.

Jumlah korban tersebut menjadikan perang Hamas-Israel kali ini sebagai perang antara kedua kubu yang paling banyak menelan korban jiwa.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense